“Cardiac Arrest” Mengancam Penderita HIV – AIDS
Jumlah penderita HIV –AIDS dari hari ke hari terus bertambah, semua
golongan umur, usia muda (anak sekolah), dewasa maupun usia lanjut,
semua kelompok masyarakat, kaya- miskin, semua etnis serta semua
penganut agama apapun dapat terkena HIV – AIDS.
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat
menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama
sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang
pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun
yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang
biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan
lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh.
Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita
tidak memiliki pelindung. Sehingga seseorang yang menderita flu atau
pilek ringan saja bisa menyebabkan kematian.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang
merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam
tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan
sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS
disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang
tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak
dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk
menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk
dapat menjadi AIDS yang mematikan.
Menyerang jantung.
Dengan ditemukannya HAART (Highly active antiretroviral therapy),
maka penderita HIV-AIDS akan mengalami masalah baru yaitu problem
kardiovaskuler, mereka akan masuk dalam kelompok penyakit degeneratif
seperti halnya hipertensi, kanker, diabetes dan penyakit jantung
koroner.
Pemberian obat HAART akan mempengaruhi enzim protease
inhibitor dalam metabolisme lipid dan glukosa darah serta pengaruhnya
terhadap terjadinya prematur penyakit vaskuler dan jantung.
Mereka yang mengidap virus HIV sering mempunyai kadar Trigliserid yang
tinggi dan kadar HDL (kolesterol baik) yang rendah, respons tubuh
terhadap insulin berkurang, sehingga terjadinya penyempitan pembuluh
darah (aterosklerosis) lebih dini pada penderita HIV. Masalah infeksi
dan peradangan akan mengenai otot jantung, seperti perikarditis,
miokarditis dan endokarditis (yaitu infeksi dan peradangan pada semua
lapisan otot jantung) yang dapat mengakibatkan terjadinya gagal
jantung, dari semua hal tersebut diatas akan menambah deretan resiko
terjadinya “Cardiac Arrest” (jantung mendadak berhenti berdenyut)
pada penderita HIV-AIDS.
pada arteri Karotis (pembuluh arteri dileher), ditemukan adanya
pengerasan dan penebalan dibanding mereka yang tidak terkena virus
HIV, hal ini menunjukkan adanya penyakit jantung koroner pada
penderita HIV, sehingga resiko serangan jantung, cardiac arrest dan
stroke akan meningkat. Mereka yang mengalami cardiac arrest pada
beberapa rumah sakit di Amerika ternyata positif mengidap HIV,
Adanya kenyataan yang menyebutkan penderita HIV – AIDS
dapat meninggal mendadak oleh cardiac arrest dengan atau tanpa
keluhan jantung sebelumnya, diharapkan setiap individu dapat
berperilaku hidup sehat dan menjaga diri dari terjangkitnya virus HIV.
Tags: aritmia, cardiac arrest, gangguan ritme jantung, HIV-AIDS, mati mendadak, virus HIV