Pentingnya Komposisi Menu Sahur


                                    Puasa Ramadan berbeda dengan puasa starvasi (Starvation). Stavation  yaitu puasa dengan tidak makan dan minum sama sekali, dimana para pakar membagi starvasi ini menjadi dua kelompok yaitu : short fasts, puasa sekitar 48 jam atau kurang dan long fasts, yaitu puasa total lebih dari 48 jam).  Puasa ramadan kecukupan gizi dan kebutuhan tubuh lainnya tetap terpelihara pada batas dasar minimal, sehingga tubuh masih dapat mentoleransi saat  berpuasa dan justru akan menyehatkan badan. Sedangkan puasa Starvasi, kecupukan gizi, cairan dan lain-lainnya  tidak ada sama sekali, sehingga tubuh tidak mampu mentoleransi keadaan tersebut yang berakibat terjadinya gangguan kesehatan.  Bila waktu sahur diakir batas waktu  yaitu  saat mendekati  imsak, berarti  menunda sarapan pagi sekitar 2 sampai 3 jam bila dibanding bulan lainnya diluar Ramadan. Pada sebagian besar masyarakat  umumnya lebih memperhatikan menu saat buka puasa.  Perhatian tertuju apa jenis dan macam makanan yang akan disajikan saat buka puasa. Semuanya menginginkan makanan yang enak saat buka puasa. Kondisi ini berbeda dengan  makan atau menu saat sahur. Jarang yang menanyakan menu sahur besok pagi apa..?, Semua menyerahkan pada ibu rumah tangga. Yang penting ada makanan. Padahal menu saat sahur sangat penting diperhatikan agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan badan  bugar saat menjalankan ibadah puasa.

Kebutuhan tubuh.

               Terdapat tiga  prinsip dasar menu saat puasa, yaitu cukup kalori, cukup gizi dan  cukup cairan. Perbedaan mendasar dengan kondisi diluar ramadan (tidak berpuasa) yaitu  saat berpuasa   waktu makan yang diubah. Waktu makan saat puasa yaitu saat magrib sampai imsak (makan ,hanya diperbolehkan pada malam hari). Sedangkan jika tidak berpuasa, waktu makan dapat dilakukan pada siang dan malam hari. Jumlah makanan mungkin saja sama, namun dianjurkan tidak boleh berlebihan, cukup kalori dan gizi  serta  cukup cairan  sebagai kebutuhan dasar tubuh. Saat berpuasa tubuh diberi kesempatan beristirahat , yaitu bagi sistim pencernaan, sitim kardiovaskuler, sisitim saraf, sistim hormon dan sistim lainnya,  waktu istirahat ini tidak kita jumpai jika  tidak berpuasa. Cukup kalori, yaitu kalori yang berasal dari nasi,gandum,jagung. Sedangkan gula atau makanan,minuman manis dihindari saat sahur, karena  kalori yang berasal dari gula akan habis dalam waktu singkat  3 sampai  4 jam (akan cepat timbul rasa lapar), Kalori yang berasal dari lemak bisa mencapai 12 sampai 24 jam. Sedangkan kalori yang berasal dari protein bisa mencapai 30 jam lebih. Selain itu makanan yang manis akan menurunkan napsu makan. Waktu berbuka justru dianjurkan makan/minum yang manis terlebih dahulu, karena  gula/manisan tersebut langsung dapat dipakai tubuh, sehingga rasa lapar segera teratasi). Sebaiknya waktu sahur makan makanan yang berasal dari karbohidrat (nasi,jagung,gandum),  kalori dari  lemak (lemak dibatasi), makan sumber kalori dari protein (daging ikan,ayam,sapi dll), jangan lupa makan sayur-sayuran (bayam,daun singkong,bayam,wortel,dan lain-lain. Begitu juga jangan lupa buah-buahan (pisang, apel,jeruk,pepaya,mangga,dan lainnya). Minum sebaiknya air putih (minum kopi,teh, akan meningkatkan pengeluaran cairan melalui air seni/urin), sehingga akan mempercepat rasa haus karena tubuh mulai kekurangan cairan. Minum minimal empat gelas saat sahur. Lalu empat  sampai lima gelas saat berbuka sampai sebelum tidur. Dengan demikian menu saat sahur sangat diperlukan agar kecukupan kalori, kecukupan gizi dan kecukupan cairan dapat terpenuhi selama berpuasa. Tulisan sejenis Klik disini

 

 

 

Tags (separate multiple tags with commas: cats, pet food, dogs)

Tags (comma separated list)

Add existing tag:

Tag Suggestions (Courtesy of Yahoo!)

 

 

 

Optional Excerpt

 

Leave a Reply

OpenID

Anonymous