Archive for the ‘OBAT-OBATAN’ Category

Serangan Jantung Setelah Konsumsi Obat Kuat

Saturday, May 16th, 2009


Seks dapat menyebabkan orang lupa diri. Seks juga membuat ketagihan, lepas kontrol dan keluar dari tatanan  nalar normal. Kadang, bertindak dan bersikap apa saja demi tujuan seks. Tidak jarang karier, status dan pekerjaan berakhir karena penyalahgunaan seks.

Di Amerika, setiap tahun terdapat sekitar 1,5 juta orang mengalami  serangan jantung. Sekitar 17 % diantaranya berhubungan dengan seks,  30%  karena kecemasan dan stres, serta sebagian kecil karena aktivitas fisik selama hubungan seks. Dimana, saat aktivitas seks kenaikan denyut jantung hanya sekitar 8x/menit dan tekanan darah naik sekitar 10 mmHg.

Diantara yang mengalami serangan jantung, bahkan dapat menyebabkan kematian. Hal yang mengejutkan adalah 80%  dari yang meninggal saat hubungan seks terjadi bagi mereka yang melakukannya  bukan dengan pasangan resmi (istri).

Obat lemah syahwat

Banyak penyebab lemah syahwat, diantaranya psikologis, neurologis, vaskuler/ pembuluh darah dan kelainan anatomi  dari penis serta lainnya. Namun, obat yang beredar (black market) lebih disukai masyarakat. Tidak peduli jenis kelainannya, yang  penting jika ada keterangan dapat memperbaiki lemah syahwat langsung pakai. Umumnya secara diam-diam, tidak ingin orang lain tahu . Bahkan pasangan resmi pun sering tidak diberitahu.

Hati- hati, tidak jarang mereka mengalami serangan jantung setelah memakai obat lemah syahwat. Di Cirebon, ditemukan beberapa kasus serangan  jantung setelah memakai obat sejenis, baik yang diminum maupun yang disuntikkan.

Umumnya obat itu akan memacu denyut jantung lebih kencang, menaikkan atau menurunkan tekanan darah, membuat pembuluh darah jantung/pembuluh koroner mengerut, kontraksi otot jantung berlebihan. Semua ini dapat berakibat terjadinya serangan jantung.

Berikut adalah tips agar terhindar  dari serangan jantung saat hubungan seks (modifikasi AHA guidelines):

1)      Lakukan saat kondisi pikiran tenang, santai/rilek.

2)      Tunggu 3 jam setelah makan.

3)      Jika ada keluhan nyeri dada, sesak nafas yang tidak wajar, sakit kepala, berdebar berlebihan, segera beritahu dokter.

4)      Jangan  minum atau memakai obat penguat seks sembarangan.

5)      Jangan selingkuh.

 Tulisan sejenis Klik disini.

Sumber : Dr.H.M.Edial  Sanif, SpJP.FIHA. Mitra Dialog. Mei 2009.

Jenis-jenis Obat Hipertensi

Saturday, January 24th, 2009

Jenis-jenis Obat Hipertensi

Apakah anda ingin mengetahui  jenis obat hipertensi yang telah diberikan dokter kepada anda, dan bagaimana obat tersebut bekerja, saya akan mengelompokkan dalam berbagai kelompok dan memeberikan berbagai contoh jenis obat hipertensi yang umum dijumpai.

Tujuan yang akan dicapai dalam pemberian obat hipertensi adalah menurunkan risiko serangan jantung, gagal jantung dan stroke, dimana penyakit tersebut dapat terjadi akibat hipertensi.  Berdasarkan penelitian bahwa penurunan tekanan darah 5 atau 6 mmHg, dapat menurunkan 40% risiko stroke, dan 20% risiko penyakit jantung koroner. Dokter akan mempertimbangkan berbagai hal tentang karakteristik diri anda, jenis penyakit penyerta, jenis obat, efek samping, harga obat dan lain sebagainya.  Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk merubah diagnosis dan jenis obat yang telah diberikan dokter kepanda anda, tapi untuk menambah pengetahuan anda tentang apa, kenapa dan bagaimana mengenai  obat tersebut secara umum, dimana dokter mungkin tidak mempunyai waktu menjelaskan lebih detail,  sedangkan anda ingin mengetahuinya.  Berikut adalah jenis-jenis obat hipertensi :

Antiadrenergik (Adrenergic reseptor antagonis).

Beta Bloker

Dokter memakai jenis obat hipertensi  ini bagi mereka yang menderita : gampang cemas,stress,  tremor, asmatik, penderita penyakit jantung koroner.

Atenolol (Betablok,Internolol,Farnormin,Hiblok,Tenoret,Tenoretic,Tenblok,Nif-Ten,Tenormin,Tensinorm,Zumablok,)

Bisoprolol (B-Beta, Bisovel,Concor,Hapsen,Lodoz,Meintate).

Metoprolol (Cardiosel,Lopresor,Seloken,Loprolol,)

Nadolol

Oxprenolol

Pindolol

Propanolol (Inderal,Farmadral,)

Timolol

Alpa Bloker

Sering direspkan dokter, jika penderita hipertensi diserta hipertropi prostat.

Doxazosin (Cardura,

Indoramin

Phentolamine

Phenoxybenzamine

Prazosin

Terazosin

Tolazoline

Kombinasi Alpa dan Beta Bloker

Bucindolol

Carvedilol (Blorec,Carbloxal,Dilbloc,V-Bloc)

 

Labetalol

 

Calcium Channel Blockers

Apabila kalsium masuk kedalam sel otot jantung, maka jantung akan berkontraksi, dinding pembuluh darah akan menyempit.  Calsium Channel Blockers akan menghambat masuknya kalsium kedalam sel dengan menghambat reseptor, hal ini akan menyebabkan dinding pembuluh darah melebar dan berakibat turunnya tekanan darah.

Dihidropiridine

Amlodipine :  (Actapin,Amcor,Amdixal,Calsivas, Cardivask,Divask,Intervask,Normoten,NorvaskTensivask,Norvask,Theravask

Diltiazem (Herbesser

Nifedipin (Adalat,Calcianta,Carvas,Cordalat,Coronipin,Farmalat,Fedipin,Ficor,Nifecard,

                   Nifedin,Vasdalat,Xepalat)

Felodipine (Nirmadil, Plendil))

Isradipine

Lercanidipine (Zanidip)

Nicardipine (Perdipine)

Verapamil  (Isoptin SR).

 

 

 

Ace Inhibitors

Angiotensin II mengakibatkan dinding pembuluh darah berkontraksi, dinding pembuluh darah akan menyempit dan berakibat tekanan darah akan meningkat. Pembentukan angiotensin II ini memerlukan suatu enzim yang disebut agiotensin converting enzyme, yang merubah angiotensin I menjadi angiotensin II.  Jadi dengan mengurangi produksi angiotensin II  maka dinding pembuluh darah akan melebar, berakibat turunnya tekanan darah. Zat yang dapat menghambat  “ angiotensin converting enzyme tersebut disebut “ Ace Inhibitor. Diantaranya :

Captopril  : (Accepress, Capoten , Capozide,Captensin,Casipril,       Dexacap,Famoten,Forten,Lotensin,Metopril,Otoryl,Praten,Scantensin,Tensicap,Tensobon)

Enalapril  (Meipril,enacardon,Tenace,Tenazide)

Lisinopril (Interpril,Linoxal,Nperten,Nopril,Odace,Tensipar,Zestril,Zestoretic)

Fosinopril (Acenor-M)

Perindopril (Prexum)

Quinapril (Accupril)

Ramipril (Cardace,Hyperil,Ramixal,Triatec)

Trandopril (Gopten,Tarka)

Benzapril

 

Angiotensin II reseptor antagonis

Jenis obat ini menghambat produksi angiotensin II,  Diberikan kepada pasien jika pasien mengalami batuk akibat pemberian Ace Inhibitor

Candesartan (Blopress, Blopress Plus)

Irbesartan (Aprovel,CoAprovel,Fritens,Iretensa,Irvel, )

Losartan (Cozaar,Acetensa,Angioten,Insaar,Tensaar,Sartaxal)

Olmesartan (Olmetec)

Telmisartan (Micardis, MicardisPlus)

Valsartan (Diovan,Co-Diovan)

Exforge (kombinasi :Amlodipin + Valsartan).

 

Diuretik

Aldosteron Antagonis

Obat ini akan memblokir reseptor aldosteron di : Jantung, ginjal, otak, dinding pembuluh darah, obat ini akan mengakibatkan sering kencing, berkeringat yang akan membawa lebih banyak garam dan air keluar dari tubuh, sehingga volume  darah berkurang dan berakibat turunnya tekanan darah

Spironolactone (Aldactone,Aldazide,Carpiatone,Letonal,Spirola,Spirolacton)

Thiazides

Merupakan diuretik pada tahap awal, namun jangka panjang dapat melebarkan dinding pembuluh darah, mekanismenya belum jelas. Efek samping, impotensi

Chlorthalidone (hygroton)

Chlorthiazide (Diuril)

H.C.T (hyrochlorthyazide)

Triamterene (maxzide)

Centrally acting adrenergic drugs

Obat ini akan merangsang reseptor alha di otak yang meyebabkan dinding arteri melebar, berakibat turunnya tekanan darah. Obat ini hanya dipakai apabila obat lain gagal.

Clonidine (Catapress)

Guanabenz

Methyldopa (Dopamet)

Adrenergic neuron blockers

Guanethidine

Moxonidine (Physiotens)

Reserpine (Ser-ap-es,Serpasil,Dellasidrex,

Golongan Lain

Aliskiren (Rasilez)

Ingin Tahu lebih jauh : Klik Disini

Obat Batuk dan Pilek Berbahaya bagi penderita jantung ..?

Monday, January 14th, 2008

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, masih sering membeli obat batuk dan obat pilek di warung atau toko obat tanpa ia tahu komposisi dari obat tersebut. Sebagian obat batuk atau obat pilek ada yang mengandung kofein, efedrine, dimana kedua bahan ini, khususnya efedrine akan memacu atau merangsang sistim saraf simpatis sehingga jantung akan berdebar kencang, terjadi spasme atau keram pembuluh darah. Bagi mereka yang menderita penyakit jantung tentu akan berbahaya, dimana bisa terjadi peningkatan tekanan darah, serangan jantung, bahkan dapat terjadi gangguan irama jantung yang berat sehingga dapat menyebabkan kematian mendadak.  Oleh karena itu bagi  mereka yang mengidap penyakit jantung jangan membeli obat sembarangan yang dapat berakibat fatal, berobatlah kedokter dan jangan lupa memberi tahu bahwa saudara sedang menderita penyakit jantung, sehingga dokter akan memberikan obat yang aman bagi saudara. Jadi Setiap ingin minum obat batuk, periksalah lebih dahulu Komposisi dalam obat batuk tersebut… khususnya golongan Efedrine  !!