Posts Tagged ‘HIPERTENSI’

Anak Pun Bisa Terkena Hipertensi

Monday, January 26th, 2009


Anak pun Bisa Terkena Hipertensi

Ah masa sih anak saya menderita hipertensi, kan masih kecil?

Hal ini dilontarkan secara spontan oleh Ibu Neny yang merasa ragu atas hasil diagnosa mengenai apa yang diderita anaknya yang baru duduk dibangku kelas 2 SD. Pendapat ibu Neny ini mungkin juga merupakan pendapat sebagaian besar masyarakat, bahwa hipertensi (tekanan darah tinggi) itu merupakan penyakitnya orang dewasa atau mereka yang telah berusia lanjut. Terdapat sekitar 1 sampai 3% anak-anak menderita hipertensi. Pada orang dewasa jumlah yang menderita hipertensi jauh lebih besar, dimana satu dari empat orang dewasa menderita hipertensi.

Hipertensi pada anak-anak perlu mendapat perhatian serius, mengingat komplikasinya pada organ tubuh lain sangat besar, seperti pembengkakan jantung, gangguan ginjal, gangguan saraf, gangguan penglihatan sampai dapat terjadinya kebutaan. Sama seperti halnya orang dewasa, hipertensi pada anak-anak ada dua macam yaitu hipertensi primer atau hipertensi esensial, dimana penyebabnya tidak jelas. Kemudian, hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang sebabnya diketahui, seperti ginjal penyebab tersering (infeksi ginjal, penyempitan pembuluh arteri ginjal/ stenosis arteri renalis, penyakit auto imun), kelainan jantung dan pembuluh darah seperti (koartasio aorta) dan sebagainya.

Faktor risiko terjadinya hipertensi pada anak-anak yaitu obesitas (kegemukan), kurang aktivitas, konsumsi garam, lemak dan gula berlebihan, alkohol dan merokok, minum obat-obat kortikosteroid, bapak ibu perokok dan faktor keturunan.

Umumnya tanpa keluhan, namun pada kondisi tertentu dapat saja terdapat keluhan, seperti mimisan, penglihatan tiba-tiba menurun, mual-mual disertai sakit kepala yang tidak tahu sebabnya, berat badan yang tidak naik, sesak nafas dan nyeri dada, makan minum tidak ada nafsu serta pertumbuhan dan perkembangan yang terlambat.

Beberapa ahli dan organisasi hipertensi internasional menganjurkan agar anak anak mulai usia 3 tahun dilakukan pengukuran tekanan darah setahun sekali untuk mengetahui ada tidaknya hipertensi agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Sehingga pembengkakan jantung, gagal ginjal, gangguan saraf dan kebutaan dini pada anak kita sebagai generasi penerus bangsa dapat dihindari. (ingin tahu lebih jauh : Klik Disini )

Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP., FIHA. Mitra Dialog. Desember, 2008.

Anak pun Bisa Terkena Hipertensi

Saturday, December 13th, 2008

Anak pun Bisa Terkena Hipertensi

Ah masa sih anak saya menderita hipertensi, kan masih kecil?Hal ini dilontarkan secara spontan oleh Ibu Neny yang merasa ragu atas hasil diagnosa mengenai apa yang diderita anaknya yang baru duduk dibangku kelas 2 SD. Pendapat ibu Neny ini mungkin juga merupakan pendapat sebagaian besar masyarakat, bahwa hipertensi (tekanan darah tinggi) itu merupakan penyakitnya orang dewasa atau mereka yang telah berusia lanjut. Terdapat sekitar 1 sampai 3% anak-anak menderita hipertensi. Pada orang dewasa jumlah yang menderita hipertensi jauh lebih besar, dimana satu dari empat orang dewasa menderita hipertensi.Hipertensi pada anak-anak perlu mendapat perhatian serius, mengingat komplikasinya pada organ tubuh lain sangat besar, seperti pembengkakan jantung, gangguan ginjal, gangguan saraf, gangguan penglihatan sampai dapat terjadinya kebutaan. Sama seperti halnya orang dewasa, hipertensi pada anak-anak ada dua macam yaitu hipertensi primer atau hipertensi esensial, dimana penyebabnya tidak jelas. Kemudian, hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang sebabnya diketahui, seperti ginjal penyebab tersering (infeksi ginjal, penyempitan pembuluh arteri ginjal/ stenosis arteri renalis, penyakit auto imun), kelainan jantung dan pembuluh darah seperti (koartasio aorta) dan sebagainya.Faktor risiko terjadinya hipertensi pada anak-anak yaitu obesitas (kegemukan), kurang aktivitas, konsumsi garam, lemak dan gula berlebihan, alkohol dan merokok, minum obat-obat kortikosteroid, bapak ibu perokok dan faktor keturunan.Umumnya tanpa keluhan, namun pada kondisi tertentu dapat saja terdapat keluhan, seperti mimisan, penglihatan tiba-tiba menurun, mual-mual disertai sakit kepala yang tidak tahu sebabnya, berat badan yang tidak naik, sesak nafas dan nyeri dada, makan minum tidak ada nafsu serta pertumbuhan dan perkembangan yang terlambat.Beberapa ahli dan organisasi hipertensi internasional menganjurkan agar anak anak mulai usia 3 tahun dilakukan pengukuran tekanan darah setahun sekali untuk mengetahui ada tidaknya hipertensi agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Sehingga pembengkakan jantung, gagal ginjal, gangguan saraf dan kebutaan dini pada anak kita sebagai generasi penerus bangsa dapat dihindari.(Ingintahu lebih lanjut, Klik disini). Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP., FIHA. Mitra Dialog. Desember, 2008.

Cegah Hipertensi dengan Biji Mahoni

Saturday, December 13th, 2008

Cegah Hipertensi dengan Biji Mahoni

 

Guna meredam hipertensi, sediakan 8 gram biji mahoni segar, seduh dalam 2 gelas air mendidih. Setelah dingin disaring , lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minumlah setiap pagi dan sore hari.

 Mahoni  termasuk pohon yang banyak ditanam, baik di hutan maupun dipinggir jalan raya karena berfungsi sebagai pohon pelindung. Pohon tahunan yang tingginya bisa mencapai 25 meter ini, setelah diteliti kalangan ahli kesehatan ternyata memiliki biji yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa jenis penyakit, seperti darah tinggi (hipertensi), kurang nafsu makan, demam, kencing manis  (diabetes mellitus), masuk angin, eksim dan reumatik.Guna meredam hipertensi, sediakan 8 gram biji mahoni segar, seduh dalam  2 gelas air mendidih . Setelah dingin disaring, lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minumlah pagi dan sore. Bisa juga dengan memasukkan  ½ sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan  ½  cangkir air panas dan dan tambahkan 1 sendok makan madu. Kemudian, minum selagi hangat dan dilakukan  2-3 kali sehari.

Untuk mengurangi kadar gula dalam darah,  masukkan ½ sendok teh serbuk  biji mahoni, seduh dengan 1/3 cangkir air panas. Diminum selagi hangat, 30 menit  sebelum makan. Lakukan  2-3 kali kali sehari. Resep ini selain mengurangi kadar gula dalam darah, juga meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan demam dan menyembuhkan masuk angin.

 

Mencegah Penyumbatan

Didalam biji mahoni terdapat zat saponin dan flanovoida. Kandungan flanovoida berfungsi melancarkan peredaran darah, terutama mencegah penyumbatan saluran darah, mengurangi tingkat kolesterol, mengurangi penimbunan lemak pada dinding saluran darah, membantu mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam.

Zat itu juga  bermanfaat sebagai anti oksidan dan mampu menyingkirkan radikal bebas, sehingga orang bebas dari kanker. Sementara saponin mampu mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak badan, meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah dan mengatur tingkat gula dalam darah serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah. Dengan membiasakan mengkonsumsi biji mahoni, dapat diyakini orang akan lebih jauh dengan hipertensi, diabetes dan penyakit. Bahkan bebas dari serangan jantung. (ingin tahu lebih jauh : klik disini)   

 

Sumber : Asep Iswayanto/MD/ dari berbagai sumber. Mitra Dialog. November 2008.

****