Posts Tagged ‘jantung’

Waspadai Serangan Jantung Saat Hamil

Sunday, February 15th, 2009

MEMBACA judul diatas Anda mungkin terkejut atau tidak percaya. Apa benar wamita hamil dapat terkena serangan jantung?

Sebuah survei yang dilakukan Elkayam, dari sebuah universitas di Los Angeles, menyebutkan wanita hamil empat kali lebih besar kemungkinan terjadinya serangan jantung, dibanding perempuan yang tidak sedang hamil.

Hasil penelitian Elkayam ini di muat dalam majalah The Journal of The American College of The Cardiology. Hasil survei ini pun menjadi topik berita utama koran-koran dibeberapa negara bagian Amerika.

Serangan jantung dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Usia wanita hamil yang terkena serangan jantung berkisar 19 sampai 44 tahun, yang tersering pada usia 30 tahun.

Menurut Elkayam,Mereka yang terserang umumnya mempunyai beberapa faktor resiko, misalnya merokok (45%), hiperkolesterol (24%), riwayat keluarga atau faktor keturunan (22%), hipertensi (15%), kencing manis (11%). Sekitar 18% serangan jantung terjadi saat atau segera setelah melahirkan.

Selain masalah koroner sebagai penyebab serangan jantung pada ibu hamil, dapat juga karena sebelumnya ibu itu sudah ada kelainan bawaan. Misalnya, adanya PFO (Patent Foramen Ovale) atau ASD (Atrial Septal Defect).

Jika terdapat gumpalan darah di atrium kanan, dimana saat ibu hamil tekanan dalam rongga perut dan rongga dada tinggi, sehingga bekuan atau gumpalan darah akan masuk ke atrium kiri melalui lubang (ASD/PFO), selanjutnya terjadilah serangan jantung.

Adanya gumpalan darah atau mikroemboli ini juga dapat menyebabkan sering terjadinya keguguran pada ibu hamil. Sebab, mikroemboli ini juga dapat menyumbat tali pusat (umbilikus).

Untuk menghindari serangan jantung pada wanita hamil , hal-hal berikut perlu diperhatikan : 1)Stop merokok, baik bagi ibu hamil maupun suami atau siap saja yang tinggal serumah dengan ibu hamil . 2) Diet rendah lemak, 3) Hindari stress.

Kemudian, tanda-tanda dini serangan jantung, seperti nyeri dada, rasa tidak nyaman di dada, sesak nafas atau keluhan lain yang cukup mengganggu dalam bernafas. Kontrol teratur dan beritahu ke dokter jika keluhan-keluhan tersebut Anda rasakan. 

REHABILITASI PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE

Monday, February 9th, 2009

REHABILITASI  PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE

SELAMA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

 

Tujuan :

1.       Memperkecil pelebaran kerusakan dari otot jantung

2.       Memberikan faedah kejiwaan melalui latihan-latihan

3.       Meningkatkan toleransi dalam aktifitas

4.       Mengembalikan pasien ke pekerjaan semula dan kehidupan normal

5.       Mengembalikan keyakinan pasien di dalam ketidakmampuannya (fungsi jantung)  ke dalam kehidupan normal

Latihan dapat dimulai apabila tidak dijumpai hal-hal berikut:

1.       Tandaa-tanda shock

2.       Dekompensasi jantung

3.       Aritmia

4.       Nyeri angina yang hebat dan lama

5.       Suhu tubuh diatas 38 C

Perlu diperhatikan:

Sebelum, selama dan sesudah latihan harus dicatat denyut nadi dan tekanan darah pasien.Denyut nadi tidak  boleh lebih dari 110x/mnt

Latihan selama fase akut di ICCU

1.       Deep breathing

2.       Latihan untuk tungkai dan kaki dimulai dengan gerakan pasif. Bila pasien keadaannya membaik diteruskan dengan gerakan free active

Latihan selama fase akut di bangsal

Tahap I     : - Breathing exercise

                    -Latihan aktif dari tungkai dan kaki

Tahap II   : - Sama dengan tahap I

                     -Duduk di kursi selama +  1 jam (bertahap sesuai keadaan umum)

                     -Makan sendiri dan membersihkan tangan

Tahap III :  - Latihan tahap I diteruskan

                     -Duduk dikursi selama + 2 jam (pagi dan sore)

Tahap IV  :  - Berjalan ke kamar  mandi /toilet

                     -Bed End Exercise dilakukan 5 kali gerakan

Tahap V  :  - Seperti  tahap IV dilakukan 6 kali gerakan

Tahap VI : - Seperti  tahap IV dilakukan 7 kali gerakan

Tahap VII:  - Seperti tahap IV dilakukan 8 kali gerakan

Tahap VIII : - Seperti tahap IV ditambah latihan jongkok berdiri dengan berpegangan pada kursi

 

Bed End Exercise

Pasien berdiri menghadap ujung tempat tidur kemudian melakukan:

1.       Lutut ditekuk (tidak sampai jongkok) kemudian berdiri

2.       Merentangkan lengan setinggi bahu

3.       Mengayunkan tungkai bergantian

4.       Jari kedua lengan menyentuh bahu kemudian gerakan sendi bahu memutar

Latiahan dihentikan bila :

1.       Timbul nyeri dada

2.       Sesak nafas

3.       Letih

4.       Prematur ventrikular beat (dari monitoring EKG)

5.       Pusing

6.       Kram otot

7.       Target denyut nadi tercapai

8.       Penurunan tekanan darah   …. Ingin tahu lebih lanjut klik disini

 

 

 

 

 

Deteksi Kondisi Jantung dengan Holter Monitor

Monday, January 26th, 2009


Deteksi Kondisi Jantung dengan Holter Monitor

Saat kita sedang beraktivitas, terkadang sering terjadi keluhan dada berdebar agak kencang hingga sampai nyeri. Bahkan bisa juga sampai sempoyongan. Kondisi ini mungkin saja terjadi di kantor, waktu makan, olahraga, saat presentasi, rapat, ketika emosi dan sedang tidur.

Dan ketika datang ke dokter justru keluhannya tidak timbul sama sekali. Saat dilakukan pemeriksaan fisik atau EKG dan treadmill, malah tidak terlihat adanya kelainan. Tak jarang dokterpun kesulitan menentukan diagnosis atau menyatakan sehat si pasien.

Namun pasien yakin jika dirinya ada masalah dengan kesehatan, karena keluhan berdebar, sempoyongan, sesak nafas atau nyeri dada tetap dialami. Biasanya, pasien akan pergi dari dokter satu ke dokter yang lain untuk mendapatkan kepastian.

Berdasarkan survei, terdapat sekitar 30% pasien mengalami keluhan seperti ini. Sebagian besar dari mereka mengalami depresi, dari ringan sampai berat. Sebab kondisi kesehatannya yang tidak kunjung sembuh.

Merekam 24 jam

Holter monitor merupakan alat yang dapat merekam keadaan jantung selama 24 sampai 72 jam. Alat yang ukurannya sebesar handphone ini dapat disimpan disaku baju, saku celana atau diikatkan dipinggang dan kabelnya ditempelkan didada.

Holter monitor merupakan EKG kecil yang dapat dibawa kemana-mana oleh pasien selama 24 jam. Dengan menggunakan alat ini, kita dapat mengetahui apakah ada kelainan denyut jantung, apakah terdapat gangguan aliran darah ke otot jantung (iskemi miokard) atau aritmia yang dapat mengancam nyawa (transient VT/SVT), apakah keluhan berdebar hingga nyeri dada ada hubungannya dengan jantung. Hal-hal tersebut dapat diketahui.

Alat ini juga bisa dipakai untuk menilai apakah obat yang telah diberikan dokter untuk gangguan irama jantung, atau iskemi atau penyempitan pembuluh darah jantung, sudah bekerja secara optimal atau belum.

Dengan alat ini tentu akan sangat membantu dokter untuk menegakkan diagnosis pada kasus-kasus tertentu, sehingga keluhan pasien dapat teratasi. Namun tidak semua pasien perlu menggunakan alat ini. Dalam hal ini, tentu dokter akan menentukan apakah seseorang perlu memakai alat ini atau tidak.

Holter monitor, sering juga disebut EKG monitor 24 jam. Alat ini dapat menilai kebutuhan pasien dalam aktivitas kesehatan, baik saat tidur, olahraga, makan, menangis, tertawa bahkan hubungan seks sekalipun. Begitu hebatnya alat ini, ada yang menyebutnya si kecil yang genius. (ingin tahu lebih jauh : Klik disini)

Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP., FIHA. Mitra Dialog. Desember, 2008.

Cegah Hipertensi dengan Biji Mahoni

Saturday, December 13th, 2008

Cegah Hipertensi dengan Biji Mahoni

 

Guna meredam hipertensi, sediakan 8 gram biji mahoni segar, seduh dalam 2 gelas air mendidih. Setelah dingin disaring , lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minumlah setiap pagi dan sore hari.

 Mahoni  termasuk pohon yang banyak ditanam, baik di hutan maupun dipinggir jalan raya karena berfungsi sebagai pohon pelindung. Pohon tahunan yang tingginya bisa mencapai 25 meter ini, setelah diteliti kalangan ahli kesehatan ternyata memiliki biji yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa jenis penyakit, seperti darah tinggi (hipertensi), kurang nafsu makan, demam, kencing manis  (diabetes mellitus), masuk angin, eksim dan reumatik.Guna meredam hipertensi, sediakan 8 gram biji mahoni segar, seduh dalam  2 gelas air mendidih . Setelah dingin disaring, lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minumlah pagi dan sore. Bisa juga dengan memasukkan  ½ sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan  ½  cangkir air panas dan dan tambahkan 1 sendok makan madu. Kemudian, minum selagi hangat dan dilakukan  2-3 kali sehari.

Untuk mengurangi kadar gula dalam darah,  masukkan ½ sendok teh serbuk  biji mahoni, seduh dengan 1/3 cangkir air panas. Diminum selagi hangat, 30 menit  sebelum makan. Lakukan  2-3 kali kali sehari. Resep ini selain mengurangi kadar gula dalam darah, juga meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan demam dan menyembuhkan masuk angin.

 

Mencegah Penyumbatan

Didalam biji mahoni terdapat zat saponin dan flanovoida. Kandungan flanovoida berfungsi melancarkan peredaran darah, terutama mencegah penyumbatan saluran darah, mengurangi tingkat kolesterol, mengurangi penimbunan lemak pada dinding saluran darah, membantu mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam.

Zat itu juga  bermanfaat sebagai anti oksidan dan mampu menyingkirkan radikal bebas, sehingga orang bebas dari kanker. Sementara saponin mampu mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak badan, meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah dan mengatur tingkat gula dalam darah serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah. Dengan membiasakan mengkonsumsi biji mahoni, dapat diyakini orang akan lebih jauh dengan hipertensi, diabetes dan penyakit. Bahkan bebas dari serangan jantung. (ingin tahu lebih jauh : klik disini)   

 

Sumber : Asep Iswayanto/MD/ dari berbagai sumber. Mitra Dialog. November 2008.

****

 

Deteksi Kondisi Jantung dengan Holter Monitor

Saturday, December 13th, 2008


Deteksi Kondisi Jantung dengan Holter Monitor

 

Saat kita sedang beraktivitas, terkadang sering terjadi keluhan  dada berdebar agak kencang hingga sampai nyeri. Bahkan bisa juga sampai sempoyongan. Kondisi ini mungkin saja terjadi  di kantor, waktu makan, olahraga, saat presentasi, rapat, ketika emosi dan sedang tidur.

Dan ketika datang ke dokter justru keluhannya tidak timbul sama sekali. Saat dilakukan pemeriksaan fisik atau EKG dan treadmill, malah tidak terlihat adanya kelainan. Tak jarang dokterpun kesulitan menentukan diagnosis atau menyatakan sehat si pasien.

Namun pasien yakin jika dirinya ada masalah dengan kesehatan, karena keluhan berdebar, sempoyongan, sesak nafas atau nyeri dada tetap dialami. Biasanya, pasien akan pergi dari dokter satu ke dokter yang  lain untuk mendapatkan kepastian.

Berdasarkan survei, terdapat sekitar 30% pasien mengalami keluhan seperti ini. Sebagian besar dari mereka mengalami depresi, dari ringan sampai berat.  Sebab kondisi kesehatannya yang tidak kunjung sembuh.

 

Merekam 24 jam

Holter monitor merupakan alat yang dapat merekam keadaan jantung selama 24 sampai 72 jam. Alat yang ukurannya sebesar handphone ini dapat disimpan disaku baju, saku celana atau diikatkan dipinggang dan kabelnya ditempelkan didada.

Holter monitor merupakan EKG kecil yang dapat dibawa kemana-mana oleh pasien selama 24 jam. Dengan menggunakan  alat ini, kita dapat mengetahui apakah ada kelainan denyut jantung, apakah terdapat gangguan aliran darah ke otot jantung (iskemi miokard) atau aritmia yang dapat mengancam nyawa (transient VT/SVT), apakah keluhan berdebar hingga nyeri dada ada hubungannya dengan jantung. Hal-hal tersebut dapat diketahui.

Alat  ini juga bisa dipakai untuk menilai apakah obat yang telah diberikan dokter untuk gangguan irama jantung, atau iskemi atau penyempitan pembuluh darah jantung, sudah bekerja secara optimal atau belum.

Dengan alat ini tentu akan sangat membantu dokter untuk menegakkan diagnosis pada kasus-kasus tertentu, sehingga keluhan pasien dapat teratasi. Namun tidak semua pasien perlu menggunakan alat ini. Dalam hal ini, tentu dokter akan menentukan apakah seseorang perlu memakai alat ini atau tidak.

Holter monitor, sering juga disebut EKG monitor 24 jam. Alat ini dapat menilai kebutuhan pasien dalam aktivitas kesehatan, baik saat tidur, olahraga, makan, menangis, tertawa bahkan hubungan seks sekalipun. Begitu hebatnya alat ini, ada yang menyebutnya si kecil yang genius. (ingin tahu lebih jauh : klik disini)

 

Sumber : Dr. H.M. Edial Sanif, Sp.JP., FIHA. Mitra Dialog. Desember, 2008.

 

Sering Berdebar dapat menyebabkan Pikun

Thursday, September 18th, 2008

calcium7 Hampir setiap orang pernah mengalami perasaan atau keluhan berdebar dalam hidupnya. Namun keluhan tersebut sering dianggap remeh alias dicuekin. Keluhan berdebar ternyata dapat menyebabkan seseorang sulit dalam menghapal pelajaran, sering pelupa dan lain sebagainya. Tidak jarang kita temukan dalam masyarakat, bahwa mereka yang masih dalam usia produktif (pengusaha, direktur, manager, dosen, pejabat) sudah mengalami problem “pelupa”, bahkan bagi mereka yang masih duduk dibangku sekolahpun (pelajar, mahasiswa) sulit dalam belajar atau menghapal apa yang dipelajari, dan apabila anda sering mengalami keluhan berdebar, maka mulai sekarang perlu hati-hati, oleh karena berdasarkan penelitian di Universitas Munster, Jerman, Jika keluhan berdebar tersebut sering dirasakan atau timbulnya perasaan berdebar timbul kadangkala serta berulangkali, dan hasil pemeriksaan dokter memang ditemukan kelainan denyut jantung yang disebut dengan atrial fibrilasi (AF), yaitu suatu keadaan dimana denyut jantung sangat tidak beraturan yang berasal dari atrium, baik yang timbulnya secara terus menerus (kronis) maupun yang timbulnya kadangkala saja (paroksismal), dapat menyebabkan “brain damage” , bukan oleh karena sroke atau gannguan pembuluh darah otak, melainkan oleh karena mikroemboli akibat lepasnya bekuan darah kecil yang berasal dari jantung. Dan hal ini tentunya akan berakibat gangguan beberapa fungsi otak, diantaranya menurunnya kemampuan daya ingat, pelupa dan sebagainya. Menurut para peneliti, yang dilansir oleh majalah kedokteran : Eropean Heart journal (Sept.2008), lebih dari 30% mereka yang mengalami gangguan irama jantung (AF), bahkan beberapa peneliti sebelumnya menyatakan hapir 60% mereka yang menderita AF akan terjadi mikroemboli di otak dengan segala konsekuensinya. Gangguan irama jantung (AF), bukan saja dapat menyebabkan stroke non hemoragik (cardiogenicstroke), akan tetapi juga dapat menyebabkan ganguan hemostasis, kerusakan endotel, gangguan platelet, yang dapat berakibat terjadinya mikroemboli. Pemberian obat yang dapat mencegah terbentuknya bekuan darah (thrombus) pada penderita AF sangat diperlukan dan evaluasi secara terus menerus disertai pemerikasaan hemostasis, Elektrokardiografi dan Ekokadiografi akan membantu dalam memonintor penderita AF disamping pemeriksaan klinis. Sehingga apabila anda sering mengalami keluhan berdebar-debar, sebaiknya anda mencari tau lebih jauh ke dokter terdekat atau kepada dokter kelurga anda, sehingga anda terhindar alias tidak tidak jadi masuk dalam kelompok orang-orang “ PIKUN”..!! (ingin tahu lebih jauh: Klik disini)