Ketika Kencing Manis menggeroti jantung
Friday, January 30th, 2009Kencing manis atau Diabetes merupakan penyakit degeneratif, yaitu adanya gangguan metabolisme gula darah, dimana kadar gula dalam darah meninggi namun gula tersebut tidak dapat dipakai oleh sel tubuh untuk keprluan energi. Hal ini dapat disebakan oleh karena produksi insulin yang tidak memadai (diabetes tipe I), Kencing manis tipe ini sering ditemukan pada anak muda, disebabkan infeksi,virus,kuman atau reaksi auto imun. Jenis kencing manis jenis lain yaitu kencing manis tipe II, pada jenis ini terdapat resistensi sel tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas, sehingga kadar gula darah menjadi tinggi (diabetes tipe II). Kencing manis merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke, mereka yang menderita kencing manis akan mengalami serangan jantung 2 kali lipat lebih tinggi dibanding mereka tanpa kencing manis, bahkan dapat terjadi penyakit jantung pada usia yang lebih muda. Disamping itu kencing manis juga dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah ditangan dan kaki dimana pasien akan mengeluh adanya perasaan baal atau semutan. Penyakit ini dapat mengakibatkan komplikasi serius pada jantung dan pembuluh darah pada usia relatif muda, pembuluh darah akan menebal, mengeras sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan terjadilah penyakit jantung koroner, penyakit ginjal, stroke dan kebutaan. Mereka yang menderita kencing manis kemudian menderita penyakit jantung sering tidak mengalami keluhan nyeri dada atau keluhan jantung lainnya alias asimptomatik. Hal ini disebabkan karena kencing manis akan merusak sistim saraf, termasuk sistim saraf yang mengantarkan keluhan nyeri jantung kedinding dada, sehingga pasien sama sekali tidak mengetahui bahwa sebetulnya ia telah menderita penyakit jantung, dan biasanya baru ketahuan setelah kondisi jantungnya telah berat. Berasarkan penelitian hampir sekitar 70% mereka yang menderita penyakit kencing manis, meninggal akibat penyakit jantung, dan lebih dari separuhnya datang dalam kondisi jantung yang sudah parah, hal ini akibat pengaruh kencing manis yang tidak saja menggerogoti pembuluh darah akan tetapi juga merusak otot jantung. Berikut TIPS untuk mencegah terjadinya penyakit jantung bagi mereka yang menderita kencing manis : Cek kadar gula darah secara teratur, cek A1C minimal 2 kali setahun target A1c < 7% (A1C dapat menilai kadar dalam darah dalam 3 bulan terakhir). Cek tekanan darah setiap kali kunjungan kedokter, target tekanan darah < 130/80mmHg, cek kadar kolesterol, minimal setahun sekali (target Total kolesterol<200 mg/dl, Trigliserid <150mg/dl, LDL < 100 mg/dl, HDL > 40 mg/dl(pria, > 50mg/dl wanita) Cek EKG sesuai petunjuk dokter, turunkan berat badan, jangan merokok, hindari minum alkohol, makan bergizi, diet seimbang sesuai petunjuk dokter, perhatikan gejala-gejala penyakit jantung yang tidak spesifik , seperti sering masuk angin, rasa pegal atau perasaan tidak nyaman didada, punggung, di perut seperti sakit maagh, dileher seperti dicekik, didagu atau di gigi seperti sakit gigi, mual, muntah, keringat dingin yang banyak tanpa sebab, rasa sesemutan atau baal ditangan dan kaki. Dengan mengenal gejala –gejala yang tidak spesifik tersebut diharapkan penderita kencing manis dapat mengetahui lebih dini adanya penyakit jantung, sehingga pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan sesegera mungkin. semoga bermamfaat…!! Ingin tahu lebih jauh : klik disini