Puasa Dapat Menunda Penuaan

September 12th, 2009

Dr.H.M.Edial Sanif, SpJP,FIHA
Puasa di bulan Ramadan merupakan perintah Agama (Islam-Red), Dan,jika dilakukan secara benar sesuai pedoman, puasa Ramadan dapat menunda penuaan. Dengan berpuasa atau mengurangi masukan kalori serta mencegah tubuh kemasukan zat makanan yang berbahaya, berakibat memperlambat usia penuaan. Hal ini   memperpanjang usia harapan hidup.
Saat berpuasa terjadi penurunan tekanan darah, berat badan dan denyut jantung. Begitu juga dengan beberapa jenis hormon seperti; hormon tiroid (T3,T4), Insulin (Kadar insulin turun, namun kerja insulin yang ada, lebih efektif). Selain itu respon tubuh juga lebih baik terhadap insulin, sehingga kadar gula darah turun selama puasa. Terdapat peningkatan beberapa jenis hormon, seperti Human Growth Hormon (HGH), yang dikenal sebagai hormon awet muda. Dimana hormon ini akan meningkatkan regenerasi sel,peremajaan sel-sel tubuh sehingga seseorang akan lebih muda.
Bagi mereka yang mengalami gangguan tidur dan stres, maka dengan berpuasa, terjadi peningkatan hormon Melatonin, yang dapat membantu mengatasi problem tidur, dapat megurangi stres. Selain itu Melatonin merupakan hormon anti penuaan, sehingga anda terlihat dan merasa lebih muda, dapat mencegah terjadinya kanker dan kepikunan (Alzheimer’s). Kemudian  dapat memicu peningkatan hormon pertumbuhan (HGH=Human Growth Hormon),yang merupakan hormon utama dalam pemudaan sel.
Daya tahan tubuh juga meningkat yang ditandai dengan meningkatnya fungsi hormon immun, terutama limfosit –T dan Limfokin. meningkatnya kadar imunoglobulin, meningkatnya sel pembunuh sel kanker (natural killer cell activity, sebagai dasar bagi para  ahli yang memakai metode Puasa untuk terapi kanker), meningkatnya kadar monosit yang  dapat membunuh bakteri, serta meningkatkan  daya tahan tubuh terhadap  infeksi.
Obati alergi
Bagi mereka yang menderita alergi juga akan membaik, karena selama berpuasa akan terjadi penigkatan hormon cortisol, glucagon dan norepinefrin disamping peningkatan fungsi hormon immun tersebut diatas, yang kesemuanya dapat mengurangi atau mengobati alergi.
Penelitian  dilakukan  di Rusia oleh seorang ahli Biokimia yang bernama Fladimir Nikitin, yang melakukan penelitian pada tikus. Sekelompok tikus yang mempunyai usia rata-rata  dua setengah tahun, setelah tidak diberimakan beberapa saat (berpuasa), maka akan mempunyai umur lebih panjang menjadi rata-rata 4 tahun, dibanding dengan kelompok tikus yang tidak puasa, tetap berusia sekitar dua setengah tahun. Pada  penelitian tesebut disimpulkan bahwa dengan berpuasa  proses penuaan dapat ditunda.  
Berpuasa ternyata juga dapat meningkatkan hormon produksi. Penelitian yang dilakukan di Amerika terhadap sekelompok ayam petelur yang tidak produktif lagi, setelah tidak diberi makan beberapa hari, lalu diberi makan seperti biasanya, ternyata dapat bertelor kembali dalam waktu yang lebih singkat dan jumlah telor lebih banyak dari biasanya.
Dari uraian diatas, terlihat jelas bahwa  bagi mereka yang melaksanakan puasa Ramadan sesuai pedoman  yang tepat, tentu akan dapat menunda penuaan, badan dan jiwa yang sehat. Namun demikian niat puasa Ramadan jangan dibelokkan, harus dikembalikan sesuai tuntunan agama yaitu karena Allah SWT.  Tulisan terkait klik disini

 

 

Pentingnya Komposisi Menu Sahur

September 6th, 2009


                                    Puasa Ramadan berbeda dengan puasa starvasi (Starvation). Stavation  yaitu puasa dengan tidak makan dan minum sama sekali, dimana para pakar membagi starvasi ini menjadi dua kelompok yaitu : short fasts, puasa sekitar 48 jam atau kurang dan long fasts, yaitu puasa total lebih dari 48 jam).  Puasa ramadan kecukupan gizi dan kebutuhan tubuh lainnya tetap terpelihara pada batas dasar minimal, sehingga tubuh masih dapat mentoleransi saat  berpuasa dan justru akan menyehatkan badan. Sedangkan puasa Starvasi, kecupukan gizi, cairan dan lain-lainnya  tidak ada sama sekali, sehingga tubuh tidak mampu mentoleransi keadaan tersebut yang berakibat terjadinya gangguan kesehatan.  Bila waktu sahur diakir batas waktu  yaitu  saat mendekati  imsak, berarti  menunda sarapan pagi sekitar 2 sampai 3 jam bila dibanding bulan lainnya diluar Ramadan. Pada sebagian besar masyarakat  umumnya lebih memperhatikan menu saat buka puasa.  Perhatian tertuju apa jenis dan macam makanan yang akan disajikan saat buka puasa. Semuanya menginginkan makanan yang enak saat buka puasa. Kondisi ini berbeda dengan  makan atau menu saat sahur. Jarang yang menanyakan menu sahur besok pagi apa..?, Semua menyerahkan pada ibu rumah tangga. Yang penting ada makanan. Padahal menu saat sahur sangat penting diperhatikan agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan badan  bugar saat menjalankan ibadah puasa.

Kebutuhan tubuh.

               Terdapat tiga  prinsip dasar menu saat puasa, yaitu cukup kalori, cukup gizi dan  cukup cairan. Perbedaan mendasar dengan kondisi diluar ramadan (tidak berpuasa) yaitu  saat berpuasa   waktu makan yang diubah. Waktu makan saat puasa yaitu saat magrib sampai imsak (makan ,hanya diperbolehkan pada malam hari). Sedangkan jika tidak berpuasa, waktu makan dapat dilakukan pada siang dan malam hari. Jumlah makanan mungkin saja sama, namun dianjurkan tidak boleh berlebihan, cukup kalori dan gizi  serta  cukup cairan  sebagai kebutuhan dasar tubuh. Saat berpuasa tubuh diberi kesempatan beristirahat , yaitu bagi sistim pencernaan, sitim kardiovaskuler, sisitim saraf, sistim hormon dan sistim lainnya,  waktu istirahat ini tidak kita jumpai jika  tidak berpuasa. Cukup kalori, yaitu kalori yang berasal dari nasi,gandum,jagung. Sedangkan gula atau makanan,minuman manis dihindari saat sahur, karena  kalori yang berasal dari gula akan habis dalam waktu singkat  3 sampai  4 jam (akan cepat timbul rasa lapar), Kalori yang berasal dari lemak bisa mencapai 12 sampai 24 jam. Sedangkan kalori yang berasal dari protein bisa mencapai 30 jam lebih. Selain itu makanan yang manis akan menurunkan napsu makan. Waktu berbuka justru dianjurkan makan/minum yang manis terlebih dahulu, karena  gula/manisan tersebut langsung dapat dipakai tubuh, sehingga rasa lapar segera teratasi). Sebaiknya waktu sahur makan makanan yang berasal dari karbohidrat (nasi,jagung,gandum),  kalori dari  lemak (lemak dibatasi), makan sumber kalori dari protein (daging ikan,ayam,sapi dll), jangan lupa makan sayur-sayuran (bayam,daun singkong,bayam,wortel,dan lain-lain. Begitu juga jangan lupa buah-buahan (pisang, apel,jeruk,pepaya,mangga,dan lainnya). Minum sebaiknya air putih (minum kopi,teh, akan meningkatkan pengeluaran cairan melalui air seni/urin), sehingga akan mempercepat rasa haus karena tubuh mulai kekurangan cairan. Minum minimal empat gelas saat sahur. Lalu empat  sampai lima gelas saat berbuka sampai sebelum tidur. Dengan demikian menu saat sahur sangat diperlukan agar kecukupan kalori, kecukupan gizi dan kecukupan cairan dapat terpenuhi selama berpuasa. Tulisan sejenis Klik disini

 

 

 

Tags (separate multiple tags with commas: cats, pet food, dogs)

Tags (comma separated list)

Add existing tag:

Tag Suggestions (Courtesy of Yahoo!)

 

 

 

Optional Excerpt

 

Sakit Kepala

July 20th, 2009


1. Sakit Kepala  

Definisi

Sakit kepala merupakan salah satu gejala yang paling mengganggu dan merupakan masalah kese­hatan yang paling sering dialami. Umumnya sakit kepala terjadi hanya sebentar dan hilang keesokan harinya. Tetapi ada juga yang sakitnya kambuh lagi sesudah beberapa bulan atau beberapa tahun ke­mudian. Demikianlah, beberapa orang sering mengalami sakit kepala, sedangkan yang lainnya hampir tidak pernah merasakan sakit kepala.

Perlu diketahui bahwa sakit kepala merupa­kan kejadian yang umum, sehingga jangan terburu-­buru menganggap hal ini disebabkan oleh penyakit yang serius. Sakit kepala bersifat fungsional dan tidak berhubungan dengan perubahan organis di dalam otak, walaupun untuk kasus tertentu yang berat dapat disebabkan oleh gangguan pada otak atau selaputnya.

Sakit kepala menahun dan sakit kepala kambuhan bisa terasa sangat nyeri dan mengganggu, tetapi jarang mencerminkan keadaan kesehatan yang serius.

Namun, apabila suatu perubahan dalam pola atau sumber sakit kepala; misalnya dari jarang menjadi sering, yang tadinya ringan menjadi berat, bisa jadi merupakan pertanda yang serius dan memerlukan tindakan medis segera.

Penyebab

·         Sakit kepala sebagian besar disebabkan oleh ketegangan otot, gangguan psikis, atau nyeri kepala tanpa penyebab yang jelas.

·         Sakit kepala banyak yang berhubungan dengan kelainan pada mata, hidung, tenggorokan, gigi, dan telinga.

·         Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan perasaan berdenyut di kepala, tetapi tekanan darah tinggi jarang menyebabkan sakit kepala menahun.

·         Sakit kepala kambuhan dapat disebabkan oleh berbagai macam keadaan seperti tumor, infeksi, trauma kepala, kelelahan pada mata, serta gangguan psikis.

·      Nyeri kepala yang hebat dapat disebabkan oleh ketegangan atau tekanan pada selaput otak atau pembuluh darah pada selaput otak.

·      Nyeri hebat di seluruh kepala dapat disebabkan oleh radang pada selaput otak.

·      Nyeri kepala hebat yang terlokalisasi dapat disebabkan oleh tumor di kepala.

Diagnosis

Biasanya dokter dapat menentukan penyebab dari sakit kepala, yaitu dari riwayat kesehatan penderita dan hasil pemeriksaan fisik. Namun kadang-kadang diperlukan pemeriksaan darah untuk menentukan penyebab pastinya, atau dilakukan pungsi lumbal (pengambilan sejumlah kecil cairan dari tulang belakang/ kolumna spinalis untuk diperiksa di bawah mikroskop). Pungsi lumbal ini dilakukan jika didu­ga penyebabnya adalah infeksi selaput otak (misal­nya meningitis).

Hanya sebagian kecil sakit kepala yang dise­babkan oleh tumor otak, cedera otak, atau ber­kurangnya jumlah oksigen ke otak. Jika diduga sua­tu tumor, stroke, atau kelainan otak lainnya, dilaku­kan pemeriksaan pencitraan otak seperti CT-scan atau MRI.

Pengobatan

Pada tahap permulaan, sakit kepala dapat diobati dengan obat pereda sakit/nyeri kepala, seperti as­pirin, parasetamol, 3-4 kali sehari dengan dosis 500-650 mg. Bila perlu obat dapat diberikan tiap 3 jam sekali. Jika serangan hebat sekali, dapat dibe­rikan ergotamin tartrat dengan dosis 1 cc injeksi di bawah kulit. Ergotamin juga dapat diberikan melalui mulut, dalam bentuk tablet: dua tablet pada permulaan sakit kepala, lalu 1 tablet setiap setengah jam, sampai maksimum 6 tablet sehari.

Jenis Sakit Kepala dan Gejalanya

Sakit kepala beragam jenisnya, mulai dari gejala yang ringan sampai berat dengan berbagai kekhu­susannya. Berikut beberapa gejala dan tanda yang dapat menerangkan jenis dari sakit kepala :

·     Sakit kepala sinus: nyeri di belakang tulang dahi dan atau tulang pipi.

·     Sakit kepala cluster. nyeri di sekitar dan di dalam mata.

·     Sakit kepala menekan (tension): nyeri kepala seperti diikat tali.

·     Sakit kepala migrain: nyeri kepala, mual, dan gangguan penglihatan.

Membedakan Jenis Sakit Kepala Sakit kepala menekan (tension)

 Sakit kepala jenis ini terjadinya hilang-timbul.

·      Tidak terlalu berat dan dirasakan di kepala bagian depan dan belakang, atau penderita merasakan kekakuan di seluruh kepala.

·      Pemeriksaan dilakukan untuk menyingkirkan penyakit fisik, maka penilaian faktor psikis dan kepribadian perlu dilakukan.

Sakit kepala sebelah (migrain)

·      Nyeri biasanya dimulai di dalam dan di sekitar mata atau pelipis, lalu menyebar ke salah satu atau kedua sisi kepala.

·      Biasanya mengenai satu sisi kepala, tetapi dapat pula mengenai seluruh kepala.

·      Sifatnya berdenyut dan disertai dengan hilangnya nafsu makan, mual, dan muntah.

·       Apabila diagnosisnya masih meragukan dan sakit kepala baru terjadi, dilakukan pemeriksaan CT-scan atau MRI, atau diberikan obat migrain untuk melihat efeknya.

Sakit kepala cluster

·      Serangan nyerinya singkat yaitu sekitar 1 jam.

·      Nyerinya sangat hebat dan dirasakan di satu sisi kepala.

·      Serangan terjadi secara periodik pada satu bagian kepala (diselingi periode bebas sakit kepala).

·     Terutama menyerang pria, disertai dengan pembengkakan mata, hidung beringus, dan mata berair pada sisi yg sama dengan nyeri.

·      Obat migrain diberikan untuk melihat efeknya (misalnya sumatriptan, metisergid atau obat vasokonstriktor, kortikosteroid, indometasin, atau menghirup oksigen).

Sakit kepala karena tekanan darah tinggi (hipertensi)

·      Jarang menyebabkan sakit kepala, kecuali pada tekanan darah tinggi yg berat karena adanya tumor di kelenjar adrenal.

·      Sifat nyerinya berdenyut, dirasakan di kepala bagian belakang atau di puncak kepala.

·      Untuk memastikan penyebabnya dilakukan analisis kimia darah dan pemeriksaan ginjal.

Sakit kepala karena kelainan mata (iritis, glaukoma)

·      Nyeri dirasakan di kepala bagian depan, di dalam, dan di seluruh mata.

Bersifat sedang sampai berat dan sering kali memburuk jika mata dalam keadaan lelah.

·      Untuk mengetahuinya dilakukan pemeriksaan mata.

Sakit kepala karena kelainan sinus (rongga hidung dan sekitarnya)

·      Nyeri bersifat akut atau subakut (tidak menahun).

·      Dirasakan di kepala bagian depan, bersifat tumpul atau berat.

·     Biasanya memburuk di pagi hari, membaik di siang hari, atau memburuk dalam keadaan dingin atau lembab.

·     Untuk diagnosis pasti, dilakukan rontgen pada sinus.

 

Sakit kepala karena tumor otak

v  Nyeri hilang-timbul, bersifat ringan sampai berat.

v  Dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala.

v  Kelemahan di salah satu sisi tubuh semakin jelas.

v  Kejang.

v  Gangguan penglihatan.

v  Kemampuan berbicara hilang.

v  Muntah.

v  Perubahan mental.

v  Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan MRI atau CT-scan.

 

Sakit kepala karena infeksi otak (abses)

·      Nyeri mendadak, hilang-timbul.

·      Bersifat ringan sampai berat, dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala.

·      Sebelumnya penderita mengalami infeksi telinga, sinus, paru-paru, penyakit jantung rematik, atau penyakit jantung bawaan.

·      Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan MRI atau CT-scan.

Sakit kepala karena infeksi jaringan otak (men­ingitis)

·     Timbulnya nyeri mendadak, menetap, berat dan dirasakan di seluruh kepala, menjalar ke leher.

·      Penderita tampak sakit, disertai demam, muntah dan sebelumnya mengalami nyeri tenggorokan atau infeksi pernapasan.

·      Leher sulit ditekuk.

·      Diagnosis pasti dilakukan dengan pemeriksaan darah atau pungsi lumbal.

 

Sakit kepala karena tumpukan darah (he­matoma subdural)

·     Nyeri mendadak, hilang-timbul, atau terus­menerus.

·     Bersifat ringan sampai berat.

·      Bisa dirasakan di satu titik atau di seluruh kepala, menjalar ke leher.

·      Sebelumnya telah terjadi cedera, bisa disertai penurunan kesadaran.

·     Diagnosis dibantu dengan pemeriksaan MRI atau CT-scan.

Sakit kepala karena perdarahan selaput otak ( subaraknoid)

·     Nyeri mendadak hebat, menyebar, dan menetap.

·      Kadang dirasakan di dalam dan di sekitar mata.

·      Kelopak mata turun.

·      Diagnosis dengan pemeriksaan MRI atau CT­scan, jika hasilnya negatif dilakukan pungsi lumbal.

Sakit kepala karena infeksi atau kanker

·      Nyeri bersifat tumpul, ringan sampai berat.

·      Dirasakan di seluruh kepala atau di puncak kepala.

·      Demam tidak terlalu tinggi.

·      Terdapat riwayat penyakit sifilis, tuberkulosis, atau kanker.

·      Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan pungsi lumbal.

Pencetus Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan suatu gejala yang dapat dicetuskan oleh beberapa keadaan/ zat, sebagai berikut :

Ketegangan

Dalam banyak hal, sakit kepala karena ketegangan mirip dengan migrain. Ketegangan saraf yang berlangsung lama dapat menimbulkan kontraksi otot di bagian belakang leher. Kontraksi ini akan menarik jaringan-jaringan pada permukaan tengkorak hingga sangat kencang, sehingga nyeri terasa di dibelakang leher, di atas, dan di depan kepala. Nyerinya bersifat menetap, dan biasanya tidak ada perasaan mual, muntah, atau gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang. Perawatannya sama seperti pada migrain. Yang paling pokok adalah menghindari tekanan emosi dan berusaha untuk beristirahat dengan cukup.

 

Minuman keras

Minuman keras dapat memicu terjadinya sakit ke­pala karena memengaruhi jaringan-jaringan dan Iangsung mengganggu selaput otak. Minuman keras juga dapat melebarkan pembuluh darah otak sehingga menyebahkan nyeri kepala yang mirip dengan migrain. Perawatannya adalah menghindari minum minuman keras dan istirahat yang cukup.

 

Sembelit

Sembelit yang lama menyebabkan racun yang ada dalam usus besar diserap masuk ke dalam darah, hingga timbul sakit kepala. Perawatannya adalah mengatasi keadaan sembelit, yaitu dengan banyak minum air putih dan banyak makan makanan berat (sayur dan buah). Mungkin dapat pula diberika­n obat pencahar seperti lactulose atau bisacodyl

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Sakit Kepala Cluster

Definisi

Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala migrain yang jarang terjadi dan menyebabkan nyeri yang sangat hebat. Penyakit ini paling sering me­nyerang pria yang berusia di atas 30 tahun.

Penyebab

Serangan bisa disebabkan oleh minum minuman beraIkohol dan kekurangan oksigen (misalnya didaerah pegunungan).

Gejala

Serangan hampir selalu dimulai secara tiba-tiba dan berakhir dalam waktu sekitar satu jam. Serangan sering kali dimulai dengan rasa gatal atau meler pada salah satu sisi hidung, yang mendahului nyeri hebat pada sisi kepala yang sarna dan menjalar ke sekitar mata. Setelah serangan, kelopak mata pada sisi yang sarna bisa tertutup dan diameter pupil se­ring kali mengecil. Serangan datang secara berke­lompok, berkisar dari 2 serangan per minggu sam­pai beberapa serangan per hari. Sebagian besar epi­sode sakit kepala cluster berlangsung selama bebe­rapa minggu dan kadang lebih lama, yang diikuti dengan interval bebas sakit kepala selama bebe­rapa bulan sebelum serangan muncul lagi.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya serangan bisa diberikan Obat ergotamin atau kortikosteroid.

Pengobatan

Suntikan sumatriptan bisa segera menghilangkan nyeri, tetapi tidak mencegah serangan berikutnya. Selama terjadi suatu serangan, menghirup oksigen dengan cara menarik napas dalam kadang-kadang dapat mengurangi nyeri.

 

 

3. Migrain

Definisi

Migrain adalah sakit kepala sebelah yang nyerinya berdenyut hebat dan terjadi berulang-ulang. Biasanya mengenai salah satu sisi kepala, tetapi kadang-kadang mengenai kedua sisi kepala. Sakit kepala sebelah (migrain) merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dialami dewasa ini, muncul satu ,sampai delapan kali dalam sebulan. Nyeri timbul secara mendadak dan bisa didahului atau disertai dengan gejala gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang, gangguan saraf, atau gangguan ,saluran pencernaan (mual, muntah).

Sakit kepala sebelah atau migrain sangat se­ring terjadi, di mana satu diantara sepuluh orang akan mengalaminya. Migrain bisa terjadi pada usia berapa saja, tetapi umumnya pada permulaan ma­sa dewasa. Biasanya mulai timbul pada usia antara 10-30 tahun; dan kadang-kadang menghilang sete­lah usia 50 tahun. Migrain lebih sering menyerang wanita dan yang memiliki riwayat migrain dalam keluarga.

Sakit kepala migrain biasanya lebih hebat dari­pada sakit kepala menekan. Migrain dapat sering terjadi selama waktu yang panjang, tetapi kemu­dian menghilang selama beberapa minggu, bulan, bahkan tahun.

Penyebab

Migrain dapat timbul karena faktor internal mau­pun eksternal. Faktor internal antara lain karena peningkatan hormon pada siklus menstruasi. Lebih dari separuh penderita memiliki keluarga dekat yang juga menderita migrain, sehingga diduga ada kecenderungan bahwa penyakit ini diturunkan secara genctik. Faktor internal lain adalah adanya perubahan metabolisme otak.

Faktor eksternal meliputi keadaan stres, kele­lahan atau terlalu banyak tidur, puasa atau terlambat makan, perubahan cuaca, perbedaan tekanan udara (pada ketinggian), beberapa jenis makanan dan  obat-obatan.

Migrain terjadi jika arteri yang menuju otak  menyempit (konstriksi, mengerut) dan kemudian melebar (dilatasi), yang akan mengaktifkan resep­tor nyeri di dekatnya.

Apa yang menyebabkan pembuluh darah tersebut mengerut dan melebar, tidak diketahui. Tetapi diperkirakan pengaruh kadar serotonin (ba­han kimia yang berperan dalam komunikasi sel saraf/ neurotransmiter) abnormal rendah dapat me­micu terjadinya konstriksi pembuluh darah. Kadang-kadang migrain juga disebabkan oleh kelainan pembentukan pembuluh darah. Pada kasus seperti ini, sakit kepala hampir selalu dirasakan pada sisi kepala yang sama.

Pelebaran pembuluh darah dapat dicetuskan oleh makanan, perubahan hormonal (sebelum men­struasi), stres, setelah terbang jauh (jet lag), lampu yang sangat terang atau berkedip-kedip, berhenti minum kopi atau teh secara mendadak.

Gejala

Sekitar 10-30 menit sebelum serangan sakit kepala datang, sering didahului oleh suatu periode yang disebut aura atau prodroma dengan manifestasi timbulnya gejala-gejala depresi, mudah tersinggung atau lekas marah, gelisah, mual atau hilangnya nafsu makan; yang terjadi pada sekitar 20% pen­derita.

Penderita lain mengalami hilangnya peng­lihatan di daerah tertentu (bintik buta atau skotoma) atau melihat cahaya yang berkelap-kelip (berku­nang-kunang) .

Ada juga penderita yang mengalami perubahan gambaran, seperti sebuah benda tampak lebih kecil atau lebih besar dari yang sebenarnya.

Beberapa penderita merasa kesemutan, pera­saan kaku atau lemah pada sisi muka dan tubuh yang terserang. Juga merasa mual, muntah, dan dingin pada anggota gerak. Biasanya gejala-gejala tersebut menghilang sesaat sebelum sakit kepala, dimulai, tetapi kadang timbul bersamaan dengan munculnya sakit kepala atau berlangsung terus dan bahkan makin hebat nyerinya. Nyeri biasanya berdenyut-denyut seperti dipukul-pukul atau ditarik-tarik.

Nyeri karena migrain dapat dirasakan pada .dah satu sisi atau di seluruh kepala. Kadang-ka­dang tangan dan kaki saat diraba terasa dingin dan tampak membiru. Serangannya dapat bervariasi. Pada suatu waktu sisi kanan kepala yang terserang dan pada waktu lain sisi kirinya. Gejala dengan aura (perasaan tertentu yang tidak normal) pada beberapa kasus mendahului serangan nyeri kepala. Aura tersebut bisa berbentuk seperti melihat titik terang, garis-garis bergelombang, buta sementara, atau bau dan suara yang aneh.

 

Diagnosis

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu memperkuat diagnosis migrain. Biasanya diagnosis ditegakkan berdasarkan pola sakit kepalanya yang khas: nyeri kepala pada satu atau kedua sisi kepala (yang dapat berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya), mual, pusing, gangguan peng­lihatan (akibat adanya pengerutan atau pelebaran pembuluh darah di kepala). Pemeriksaan fisik de­ngan pengamatan yang saksama pada pembuluh darah di sisi kepala akan terlihat menonjol dan ber­denyut.

 

Pencegahan

 

·      Beberapa obat yang diminum setiap hari dapat mencegah serangan migrain.

 

·      Beta-bloker propanolol memberikan efek bebas gejala jangka panjang.

 

·      Bisa juga diberikan penghambat saluran kalsium: verapamil.

 

·      Obat anti kejang: divalproex sodium telah terbukti dapat mengurangi frekuensi timbulnya serangan migrain, jika diminum setiap hari.

·      Metisergid merupakan salah satu obat yang paling efektif untuk mencegah migrain, tetapi tidak boleh digunakan terus-menerus karena memiliki komplikasi berupa jibrosis peritonea/is (pembentukan jaringan parut di selaput perut), yang dapat menghalangi aliran darah ke organ vital. Karena itu, penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan ketat dokter.

 

Makanan dan Minuman untuk Mencegah Migrain

 

Baik/Boleh                     Hati-hati : Jumlah Terbatas              Dihindari/tidak boleh

Makanan :

Minuman:

Minuman:

Pengobatan

 

Jika  tidak diobati, serangan migrain dapat berlangsung selama beberapa jam atau hari. Pada beberapa penderita, sakit kepalanya ringan dan dapat dihilangkan dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Namun, serangan migrain sering kali hebat dan membuat penderita menjadi tidak berdaya, terutama jika disertai dengan mual, muntah, dan silau mata (fotofobia). Pada kasus seperti ini, biasanya selain obat pereda nyeri, penderita juga membu­ktikan istirahat dan tidur untuk mengurangi sakit kepalanya.

Obat yang paling banyak digunakan adalah ergotamin (suatu vasokonstriktor), yang menyebabkan mengerutnya pembuluh darah sehingga membantu mencegah pelebaran pembuluh darah yang menyebabkan nyeri. Kafein dosis tinggi juga membantu mencegah melebarnya pembuluh darah dan sering kali diberikan bersamaan dengan obat pereda nyeri atau ergotamin.

Obat-obat baru (misalnya eletriptan, nara­triptan, rizatriptan, sumatriptan, dan zolmitriptan) berfungsi meningkatkan efek serotonin. Obat-obat ini lebih efektif daripada aspirin atau asetaminofen, tetapi harganya lebih mahal. Ergotamin dan obat­obat baru kadang-kadang dapat berbahaya, karena­nya tidak boleh digunakan melebihi yang dianjur­kan atau diresepkan.

Perawatan

v  Cukup istirahat dan tidur.

v  Hindarkan ketegangan saraf atau emosi.

v  Rendamlah kaki ke dalam air hangat se1ama 20 mcnit.

v  Kompreslah kepala dengan air dingin atau es.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.      Sakit Kepala Menekan (Tension)

Definisi

Sedikit kepala menekan (tension) merupakan sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan otot di Ieher, bahu, dan kepala, sehingga menimbulkan rasa sakit  yang menekan; terasa tegang di dua sisi kepala seperti di daerah dahi, pelipis, belakang kepala, atau leher.

Penyebab

Ketegangan otot dapat disebabkan oleh posisi tubuh yang kurang pas, stres sosial atau psikis, dan kelelahan. Faktor lainnya adalah karena kurang atau  tidak pernah menggerakkan kepala dalam waktu cukup lama, mata yang tegang, kurang tidur, atau karena asap rokok.

Gejala

Sakit kepala menekan biasanya dimulai pada pagi hari atau menjelang sore hari dan memburuk sepanjang hari. Nyeri agak hebat yang menetap sering kali dirasakan di atas mata atau di kepala bagian belakang; suatu perasaan di mana kepala seperti terikat oleh tali, disertai oleh rasa nyeri. Nyeri dapat menyebar ke seluruh kepala dan kadang-kadang sampai ke leher bagian belakang dan bahu, atau puncak kepala.

 

Created by DPE, Copyright IRIS 2005Cara Membedakan Sakit Kepala Menekan dan Migrain

 

Lamanya Sakit

30 menit – 7 hari

4-72 jam

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dilakukan pemeriksaan untuk  menyingkirkan kelainan fisik dan penilaian faktor dan penilaian serta kepribadian atau karakter penderita. ,Seperti yang mungkin telah kita ketahui, pada dasarnya tipe kepribadian seseorang dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori: Sanguinis, Ko­Ieris, Melankolis, dan Plegmatis. Dari keempat tipe kepribadian terse but, yang rentan mengalami sakit kepala menekan adalah orang-orang dengan kepri­badian Koleris dan Melankolis.

Pencegahan

Sakit kepala menekan/ tension sering kali dapat dicegah atau dikendalikan dengan cara menghin­dari, atau memahami dan menyesuaikan diri dengan stres yang merupakan penyebabnya.

Pengobatan

Jika sakit kepala mulai dirasakan, lakukan pemijat­an pada otot-otot leher, bahu, dan kepala; berba­ring dan rilekslah selama beberapa menit. Obat pereda nyeri yang dijual bebas (misalnya aspirin, asetaminofen, atau ibuprofen) dapat diberikan un­tuk mengurangi gejalanya.

Sakit kepala yang lebih hebat mungkin me­merlukan obat pereda nyeri yang lebih kuat. Pada beberapa penderita, kafein dapat menambah efek obat pereda nyeri, tetapi terlalu ban yak kafein juga dapat menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala yang menyebabkan oleh stres atau depresi menahun tidak akan menunjukkan perbaikan jika hanya diobati dengan obat pereda nyeri. Penderita juga memer­Iukan bantuan profesional untuk membantu mengatasi masalah psikisnya.

Perawatan

·     Beristirahatlah di kamar yang gelap dan tenang.

·     Mandilah pakai air panas.

·     Berjalankakilah sambil menghirup udara segar.

·     Lakukan senam aerobik.

·     Lakukan latihan relaksasi: meditasi atau memijat kepala, leher, atau bahu.

·     Kompreslah leher bagian belakang dengan handuk hangat.

·     Jangan duduk terlalu lama.

·     Perhatikan tempat tidur, kasur, atau bantal Anda karena jika rusak dapat menyebabkan sakit kepala menekan.

·     Jangan memakai obat pereda sakit kepala lebih dari 5 kali sebulan.

·     Gunakan obat sakit kepala yang hanya memunyai satu zat aktif. Obat kombinasi dapat menyebabkan sakit kepala menjadi kronis sehingga sukar untuk diatasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Vertigo (Pusing/Puyeng)

Definisi

Sesuai dengan akar katanya, dari bahasa Yunani vetere, yang berarti berputar, vertigo mengacu pada adanya sensasi di mana penderitanya merasa bergerak atau berputar, puyeng, atau merasa seolah-olah benda-benda di sekitar penderita bergerak atau berputar. Biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan. Vertigo dapat berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sam­ beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang­-kadang merasa lebih baik jika berbaring, tetapi vertigo dapat terus berlanjut meskipun penderita tidak. bergerak sama sekali.

 

Penyebab

Vertigo terjadi akibat oksigen yang masuk ke otak berkurang untuk sementara, Penurunan jumlah oksigen ini mengakibatkan kepala terasa ringan dan seperti mau jatuh atau pingsan, Vertigo juga disebabkan oleh hal-hal berikut:

·      Lapar atau asupan makanan yang tidak memadai.

·      Mengalami tekanan batin yang hebat.

·      Berdiri secara mendadak dari posisi berbaring atau duduk.

·      Pusing atau vertigo juga dapat merupakan akibat/pertanda dari penyakit seperti anemia (kekurangan darah), penyakit jantung, atau penyempitan arteri yang menuju otak.

Gejala

Adapun gejala vertigo antara lain adanya perasaan dirinya sedang bergerak atau berputar, atau benda di sekitarnya bergerak atau berputar. Biasanya di­sertai mual dan hilangnya keseimbangan. Serang­an vertigo berlangsung sclama beberapa saat atau dapat berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari.

Diagnosis

v  .Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab vertigo.

v  Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak.

v  Nistagmus atau juling adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah gerakan tersebut dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Nistagmus dapat dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-­tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam lubang telinga.

v  Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup.

v  Tes pendengaran kerap kali dapat menentukan ada/ tidaknya kelainan telinga yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran.

v  Pemeriksaan lainnya adalah dengan CT-scan atau MRI kepala yang dapat menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf.

v  Jika ada dugaan terdapat suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus, atau dari tulang belakang (pungsi lumbal).

v  Jika ada dugaan terdapat penurunan aliran darah ke otak, dilakukan pemeriksaan angio­gram untuk melihat ada/ tidaknya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju otak.

Pengobatan

Pengobatan vertigo tergantung dari penyebabnya. Obat untuk mengurangi vertigo ringan adalah me­klizin, dimenhidrinat, perfenazin, dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, dapat berbentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat di atas dapat menimbulkan kantuk, terutama pada orang usia lanjut. Namun, skopolamin berbentuk plester kulit memiliki efek kantuk yang paling sedikit.

Tindakan praktis yang dapat dilakukan:

v  Jika merasa pusing, duduklah segera dan Ictakkan kepala di antara kedua lutut.

v  Carilah tempat yang aman untuk berbaring.

v  Segera kuasai perasaan Anda sehingga pikiran menjadi tenang.

 

 

Cara Mengetahui Penyakit Lain Melalui Gejala Sakit Kepala

 

Hampir semua orang pernah mengalami sakit ke­pala  dari ringan sampai berat, yang timbul perlahan dan hilang sendiri setelah beberapa jam, tanpa meninggalkan efek lanjut. Sakit kepala seperti ini tidak menandakan adanya gangguan kesehatan serius dan biasanya akibat dari beberapa faktor seperti ketegangan, kelelahan, atau karena makanan tertentu.

Namun, bila sakit kepala Anda berat, berlang­sung lebih dari 24 jam dan tidak membaik setelah minum obat bebas pereda nyeri, atau kambuh beberapa kali dalam seminggu; mungkin ada penya­kit lain yang mendasarinya. lJntuk mengetahui penyakit apa yang mendasari sakit kepala tersebut, dapat dilacak dengan menggunakan teknik wawan­cara atau menelusuri gejala dan tandanya, sebagai berikut:

Saat sakit kepala menyerang, apakah sakit kepala tersebut disertai dengan suhu tubuh tinggi (380 C atau lebih)?

Bila ya: kemungkinan sakit kepalanya disebabkan oleh infeksi (misalnya tifus, flu, demam berdarah, dan sebagainya).

Bila tidak: Apakah sakit kepala didahului oleh adanya trauma kepala dalam 24 jam terakhir?

Bila ya: Adakah gejala atau tanda-tanda seperti ruam datar berwarna merah gelap yang tidak hi­lang-hilang, mengantuk atau bingung, penglihatan kabur, muntah, anggota tubuh Iemas, kesadaran hilang?

Bila terdapat salah satu tanda di atas: segera pergilah ke rumah sakit karena mungkin trauma kepala tersebut mencederai otak. Anda akan diperiksa lebih lanjut di rumah sakit untuk mendapatkan  penanganan yang semestinya.

Bila tidak ada satu pun gejala di atas: ini hanya­Ilah trauma biasa yang tidak membahayakan jiwa. Minumlah obat sakit kepala, dan bila dalam 24 jam tidak mereda, segeralah berobat ke dokter.

Bila saat sakit kepala, badan Anda tidak panas dan dan tidak ada trauma kepala dalam 24 jam terakhir. Apakah sakit kepala Anda begitu hebat dan timbul mendadak selama beberapa menit?

Bila ya: segera pergilah ke rumah sakit karena kemungkinan terjadi perdarahan pada otak (pada lapisan subaraknoid).

Bila tidak: Adakah perasaan mual dan/atau muntah ?

Bila ada: Apakah disertai dengan penglihatan kabur?

Bila ya: segeralah ke dokter karena mungkin terjadi glaukoma akut (kelainan mata serius akibat kelebih­an cairan mata sehingga menimbulkan tekanan tinggi pada mata).

Bila tidak: Adakah perbedaan penglihatan atau gangguan sebelum serangan sakit kepala?

Bila ya: kemungkinan ini adalah serangan migrain.

Bila tidak: Apakah nyerinya sangat terasa di wajah dan makin hebat ketika membungkuk?

Bila ya: ini adalah sinusitis, suatu radang rongga hidung.

Bila tidak: Apakah nyerinya terutama terasa di bagian pelipis dan/ atau perih bila ditekan?

Bila ya: mungkin ini suatu arteritis temporal (radang  arteri di kulit kepala). Dokter akan meresep­kan  kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.

Bila tidak: Apakah sakit kepala itu timbul setelah membaca atau melakukan pekerjaan dalam jarak dekat?

Jika ya: mungkin karena otot leher yang meregang, terlalu berkonsentrasi, atau posisi tubuh yang salah.

,Jika tidak: mungkin karena kurang tidur, minum obat tertentu (misalnya pil KB), sedang hamil, atau stress akibat ketegangan hidup. Sakit kepala saat hamil adalah hal yang wajar. Namun bila disertai dengan kaki atau pergelangan kaki yang bengkak, penglihatan kabur, dan muntah, ini mungkin merupakan keadaan praeklamsia (hipertensi saat hamil) yang dapat mengancam jiwa Anda dan sang janin.

 

Daftar Obat

Obat Sakit Kepala

1.   Aspirin/Acetylsalicylic Acid

Indikasi:

Meringankan sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri otot, menurunkan demam.

Dosis:

·     Dewasa: 500-650 mg/4 jam. Sehari maksimum 4 gram.

·     Anak-anak:

2-3 th: 80-160 mg

4-5 th: 160-240 mg

 6-8 th: 240-320 mg

 9-10 th: 320-400 mg

 11 th: 400-480 mg

Untuk anak semua kategori umur, obat diberikan tiap 4 jam setelah makan.

Kontraindikasi*:

Ulkus peptikum, kelainan perdarahan, asma

Perhatian:

Hati-hati penggunaannya oleh penderita gangguan hati dan ginjal, ibu hamil dan menyusui.

Efek Samping:

Gangguan GI (gastrointestinal), pusing, reaksi hipersensitif

Interaksi Obat:

Antikoagulan, alkohol

 

 

 

Created by DPE, Copyright IRIS 2005

Aptor                                                  Tablet salut 100                    Nicholas

Aspirin                                                Tablet 500 mg                       Bayer

Bodrex/Bodrex                                   Tablet 500, 650 mg               tempo Scan

Forte                                                                                                    Pacific

Bodrexin                                             Tablet 80 mg                          Tempo Scan Pacific

Ceto                                                     Tablet 100 mg                       Bernofarm

Contrexyn                                           tablet + aminoacetic             Supra Ferbindo

                                                            Acid 5 mg

Minigrip                                              Tablet effervescent                Dankos

Solusal 500                                                                                        Konimex

 

2.Asam Mefenamat

Asam mefenamat memiliki khasiat sebagai analgetik (pereda nyeri), antipiretik (pereda panas/demam), serta antiinflamasi/ antiradang. Sebagai analgetik, asam mefenamat adalah satu-satunya turunan fenamat yang bekerja dengan baik di pusat sakit dan saraf perifer. Asam mefenamat cepat diserap. Konsentrasi puncak dalam darah dicapai dalam 2 jam setelah pemberian obat dan diekskresikan melalui urine.

Indikasi:

Untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri yang disebab­kan oleh rematik akut dan krorus, luka pada jaringan lunak, pegal pada otot dan sendi, dismenore, sakit kepala, sakit gigi, setelah operasi, dan sebagainya.

Kontraindikasi:

Kepekaan terhadap asam mefenamat, radang atau tukak pada saluran pencernaan.

Efek Samping:

Asam mefenamat dapat mengiritasi sistem pencer­naan dan mengakibatkan konstipasi atau diare.

 

Perhatian:

Hati-hati penggunaannya oleh wanita hamil dan menyusul.

Interaksi Ohat:

Asam mefenamat dapat meningkatkan daya anti­koagulan (anti pembekuan darah) dari coumarin.

Dosis:

v  Anak-anak > 6 bulan: 3-6,5 mg/kg berat I,adan tiap 6 jam atau 4 kali sehari.

v  Dewasa dan anak > 14 tahun: dosis awal 500 lng, kemudian 250 mg setiap 6 jam.

Sebaiknya diberikan sewaktu makan dan pemakai­an tidak boleh lebih dari 7 hari.

 

Nama Dagang

Kemasan

Pabrik

 

(Ianjutan)

 

 

 

PonCofen

Kapsul 250 mg, kaplet

Armoxindo

2.   Dipyrone

Indikasi:

Meredakan sakit kepala, neuralgia, sakit pasca operasi, sakit gigi.

Dosis:

3-4 x 1-2 tablet (500 mg)

Kontraindikasi:

Kerusakan hati dan ginjaL Bayi baru lahir (3 bulan atau BB < 5 kg). Kehamilan trimester 1 dan minggu sebelum persalinan.

 

Perhatian:

Tes hitung darah secara periodik pada terapi jangka panjang, gangguan hematologi.

Efek Samping:

Agranulositosis, reaksi pada kulit

 

Nama Dagang

Kemasan

Pabrik

Deparon

Neuro Panstop

 

Panstop

Unagen

Tablet

Kaplet salut + vitamin B Kompleks

Tablet 500 mg

Tablet 500 mg

Westmont

Armoxindo

 

Armixindo

United American

 

 

4. Metamizole Na

Indikasi:

Nyeri akut dan kronis, khususnya pada mulut dan gigi, nyeri haid, nyeri punggung, dan nyeri pasca­ bedah.

 

Dosis :

Sehari 3-4 x 250-500 mg.

 

Kontraindikasi:

Radang & ulkus GI, kerusakan hati clan ginjaL

 

Perhatian:

Dehidrasi, epilepsi, asma, hamiL

 

Efek Samping:

Perdarahan GI, ulkus peptikum, pusing, pandangan kabur, sakit kepala, cemas, ruam kulit, dan neuropati.

 

Interaksi Obat:

 Antikoagulan oral, klorpromasin, semetidin,  alkohol, dan obat depresan lain.

 

Nama Dagang

 

Pabrik

 

5. Metampiron

Metampiron adalah analgetik yang telah dikenal luas efektivitasnya, sedangkan klordiazepoksid memberikan efek analgetik melalui kerjanya terhadap susunan saraf pusat. Tiamin HCl (vitamin B1), piridoksin HCl (vitamin B6), sianokobalamin (vi­tamin B12) berfungsi memulihkan faal sistem saraf yang terganggu dan sebagai vitamin neurotropik yang berkhasiat menghilangkan nyeri neurogenik.

Kofein meningkatkan efek analgetik metampiron dan mengurangi efek kantuk klordiaze­poksid.

Kombinasi dari metampiron, klordiazepoksid, vitamin B-kompleks dan kofein bekerja dalam meredakan nyeri viskeral maupun somatik.

Indikasi:

Mengobati sakit kepala terutama karena psikis, nyeri saraf, nyeri pinggang, rematik, kolik empedu ,dan ginjal, nyeri otot dan sendi.

 

Kontraindikasi:

·      Kepekaan terhadap Metampiron.

·      Bayi bulan pertama atau dengan berat badan < 5 kg, wanita hamil terutama pada 3 bulan pertama dan 6 minggu terakhir; memiliki tekanan darah < 100 mm Hg.

·      Kepekaan terhadap diazepam, benzodiaz­epine, pasien dengan glaukoma.

Perhatian:

·         Sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil terutama pada trimester 1.

·         Hindari penggunaan jangka lama, karena adanya risiko ketergantungan.

·         Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi hati.

·         Selama pemakaian, jangan mengendarai kendaraan atau menjalankan mesin.

·         Hati-hati penggunaan bersama obat-obat depresan susunan saraf pus at atau alkohol.

·         Walaupun jarang, dapat terjadi agranulositosis.

·         Hati-hati pada penderita yang pernah mengalami gangguan pembekuan darah.

Efek Samping:

·         Dapat menimbulkan agranulositosis.

·         Reaksi kepekaan, reaksi pada kulit, mengantuk, pusing, lelah yang berlebihan.

Dosis :

·   Dewasa: 1 kaplet 3 kali per hari, sesudah makan

·   Anak-anak : 1/2 kaplet 3 kali per hari, sesudah  makan

 

Cetalgin

Tablet + diazepam 2 mg

soho

Parasetamol

Parasetamol merupakan obat yang berefek sebagai pereda  nyeri (analgetik) dan pereda demam (anti piretik). Parasetamol diserap dengan cepat dan tan­pa, menimbulkan iritasi saluran pencernaan, methemogIobinemia, atau konstipasi. Karena cukup aman, parasetamol merupakan pilihan utama untuk digunakan sebagai analgetik dan antipiretik, sangat  baik bagi mereka yang sensitif terhadap , aspirin.

Indikasi:

Digunakan untuk menghilangkan demam dan rasa nyeri pada otot/ sendi yang menyertai influenza, vaksinasi, dan akibat infeksi lain, sakit kepala, sakit gigi, flu, dismenore, antritis, dan rematik.

Perhatian:

Jangan diberikan kepada pasien dengan penyakit  hati dan ginjal.

 

Dosis:

 

·    Tablet

Anak-anak: 1/2 -1 tablet 3-4 kali sehari Dewasa: 1-2 tablet 3-4 kali sehari

·   Sirop

Bayi: 1/4_1/2 sdt* 3-4 kali sehari

Anak-anak: 2-5 th., 1 sdt 3-4 kali sehari

6-12 th., 2 sdt 3-4 kali sehari

 

Abajos

Kapsul + vitamin B- kompleks

Nufarindo

 

(lanjutan)

 

 

 

Obat Sakit Kepala Menekan (Tension)

Obat golongan ini berfungsi merelaksasi otot yang spastis (tegang).

 

Created by DPE, Copyright IRIS 2005

 

Eprinoc (Sanbe)

Eperisone HCL

1 tablet 3 xl hari,

 


Nama Dagang (Pabrik)

Isi

Dosis/hari

 

Obat Migrain

Obat migrain digunakan untuk mengobati gejala migrain berupa sakit kepala hebat di sebelah sisi atau untuk mengobati sakit kepala vaskular.

 

 

 

Nama Dagang (Pabrik)

Isi

Dosis/hari

 

Lysagor (Kalbe)

Pizotifen

0,5-1,5 mg/hari,

 

Obat Vertigo/Puyeng

Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi mual dan muntah yang menyertai pusing atau vertigo:

 

 

Obat vertigo ringan

Antimo (Phapros)

Dimenhydrinate

1- 3 tablet! hari

 

 

Mediamer B6

Betahistine

1-2 drag/hari

 

Obat vertigo/pusing lainnya

Gbat yang bekerja pada pembuluh darah otak (ce­rebral activators) dan perifer (vasodilator perifer). Penyakit atau gangguan yang mengenai pembuluh darah otak seperti: migrain, pusing, tinitus vertigo, sulit konsentrasi, bingung, gangguan memori dan tidur serta iritabilitas, kejang sewaktu berjalan atau berbaring. Kesemutan, ekstremitas dingin. Penyakit yang mengenai pembuluh darah perifer yaitu be­rupa gangguan peredaran darah, seperti: spame, kedinginan, kaku, kram, luka diabetik, iskemik anggota gerak.

 

Nama Dagang (Pabrik)

Isi

Dosis/hari

Bartolium (Nufarindo)

Flunarizine

5-10 mg/hari,

 

Dizilium (Medikon)

Flunarizine

5-10 mg/hari,

Giloba (Mega)

Ekstr Ginkgo biloba

3 x 1 kapsul sehari

 

Gingkan (Medikon)

Ekstr Ginkgo biloba

3 x 1 tablet sehari

 

 

Prodement (Soho)

Ekstr Ginkgo biloba

3 x 1-2 kapsul

 

 

 

 

 

“Cardiac Arrest” Mengancam Penderita HIV – AIDS

July 20th, 2009



Jumlah penderita HIV –AIDS dari hari ke hari  terus bertambah, semua
golongan umur, usia muda (anak sekolah), dewasa maupun usia lanjut,
semua kelompok masyarakat, kaya- miskin, semua etnis serta semua
penganut  agama apapun dapat terkena HIV – AIDS.
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat
menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama
sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang
pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun
yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang
biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan
lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh.
Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita
tidak memiliki pelindung. Sehingga seseorang yang menderita flu atau
pilek ringan saja bisa menyebabkan kematian.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang
merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam
tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan
sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS
disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang
tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak
dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk
menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk
dapat menjadi AIDS yang mematikan.
Menyerang jantung.
Dengan ditemukannya HAART (Highly active antiretroviral therapy),
maka penderita HIV-AIDS akan mengalami masalah baru yaitu problem
kardiovaskuler, mereka akan masuk dalam kelompok penyakit degeneratif
seperti halnya hipertensi, kanker, diabetes dan penyakit jantung
koroner.

 

 

Pemberian obat HAART akan mempengaruhi enzim protease
inhibitor dalam metabolisme lipid dan glukosa darah serta pengaruhnya
terhadap terjadinya prematur penyakit vaskuler dan jantung.
Mereka yang mengidap virus HIV sering mempunyai kadar Trigliserid yang
tinggi dan kadar HDL (kolesterol baik) yang rendah, respons tubuh
terhadap insulin berkurang, sehingga terjadinya penyempitan pembuluh
darah (aterosklerosis) lebih dini pada penderita HIV. Masalah infeksi
dan peradangan akan mengenai otot jantung, seperti perikarditis,
miokarditis dan endokarditis (yaitu infeksi dan peradangan pada semua
lapisan otot jantung) yang dapat mengakibatkan terjadinya gagal
jantung, dari semua hal tersebut diatas akan menambah deretan resiko
terjadinya  “Cardiac Arrest” (jantung mendadak berhenti berdenyut)
pada penderita HIV-AIDS. Penelitian yang dilakukan oleh : CarlGrunfeld professor of medicin at the University of California at SanFranciscoand an endocrinologist at the San Francisco VA MedicalCenter.  Sebanyak 433 penderita HIV yang
dilakukan pemeriksaan USG

pada arteri Karotis (pembuluh arteri dileher), ditemukan adanya
pengerasan dan penebalan dibanding mereka yang tidak terkena virus
HIV, hal ini menunjukkan adanya penyakit jantung koroner pada
penderita HIV, sehingga resiko serangan jantung, cardiac arrest dan
stroke akan meningkat. Mereka yang mengalami cardiac arrest pada
beberapa rumah sakit di Amerika ternyata positif mengidap HIV,
           Adanya kenyataan yang menyebutkan penderita HIV – AIDS
dapat  meninggal mendadak oleh cardiac arrest dengan atau tanpa
keluhan jantung sebelumnya, diharapkan setiap individu dapat
berperilaku hidup sehat dan menjaga diri dari terjangkitnya virus HIV.

Artikel sejenis : klik disini

BIOMARKER DALAM GAGAL JANTUNG

July 14th, 2009

            Gagal jantung, salah satu masalah kesehatan masyarakat utama dan terus berkembang, timbul bukan hanya dari kelebihan beban jatung ataupun cedera jantung tetapi juga dari keterlibatan beberapa faktor antara genetic, neurohormonal, inflamasi, dan perubahan biokimia yang berperan pada sel miosit jantung, interstitium jantung, ataupn keduanya. Kenaikan jumlah beberapa enzim, hormone, substansi biologi, dan penanda lain seperti stress dan malfungsi jantung, termasuk cedera sel miosit, secara kolektif disebut Biomarker, tampak memiliki kepentingan klinis yang terus berkembang. Walaupun biomarker mencakup varian genetic, gambaran klinis, tes faal, dan biopsy jaringan, bahasan ini hanya terfokus pada biomarker yang didapat dari darah ataupun urin selain dari level serum Hemoglobin, elektrolit, enzim hati, dan kreatinin, yang secara rutin digunakan dalam praktek pelayanan klinis.

           

            Morow dan De Lemos telah menetapkan tiga criteria yang harus dipenuhi biomarker agar dapat bermanfaat secara klinis. Pertama, akurat, Pengukuran ulang harus dapat dilakukan oleh para klinisi dengan harga yang terjangkau dan dalam waktu yang singkat ; Kedua, Biomarker harus menyediakan informasi yang tidak dapat ditemukan dengan pemeriksaan klinis yang teliti ; Dan yang terakhir, mengetahuinya ( biomarker ) harus dapat membantu dalam penegakan keputusan medis.

            Meskipun sedikt dari Biomarker yang dibahas memenuhi criteria tersebut, namun kebanyakan terbukti memberikan informasi penting menyangkut masalah patogenesis dari gagal jantung atau proses identifikasi subjek dengan resiko gagal jantung ataupun tampak berguna dalam stratifikasi resiko gagal jantung, dalam penegakan diagnosis gagal jantung, ataupun dalam pengawasan terapi. Banyak dari Biomarker itu sendiri  juga merupakan faktor resiko, dan dengan begitu menjadi salah satu target terapi yang potensial. Walaupun tak ada klasifikasi spesifik untuk biomarker yang dapat diterima, saya mengajukan mereka dibagi dalam enam kategori, termasuk kategori ketujuh yaitu Biomarker terbaru yang belum terkarakteristik secara utuh.

 

  1. INFLAMASI

Inflamasi penting dalam hal patognesis dan dan perkembangan pada banyak jenis dari gagal jantung, dan biomarker dari inflamasi telah menjadi subjek dalam penelitian yang intensif. Ketertarikan pada keberadaan mediator inflamasi pada pasien dengan gagal jantung dimulai pada tahun 1954, saat essay mengenai C – reaktif protein, protein yang timbul dalam serum pada berbagai kondisi inflamasi, telah tersedia. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 1956 melaporkan bahwa C-reaktif protein dapat dideteksi pada 30-40 pasien dengan gagal jantung kronik dan gagal janung akan menjadi lebih parah pada pasien dengan jumlah c-protein yang tinggi. Dengan begitu, C-reaktif protein didefinisikan sebagai reaktan fase akut yang disintesis oleh hepatosit sebagai respon pada sitokin interleukin-6 proinflamasi. Penggunaan c-reaktif protein sebagai biomarker semakin umum dengan dikembangkannya tes c-reaktif protein yang murah dan tinggi sensitiftasnya Berbagai analisis menunjukkan bahwa kenaikan c-reaktif protein merupakan predictor tunggal pada hasil akhir dari pasien dengan gagal jantung akut maupun kronis. Dalam Studi Jantung Framingham, sebagai contoh, C-reaktif protein ( termasuk sitokin interleukin-6 dan TNF α ) tercatat sebagai pengidentifikasi subjek lansia tanpa gejala tetapi memiliki resiko tinggi.

Selanjutnya, C-reaktif protein telah menunjukkan memberi efek langsung pada endotel pembuluh darah dengan mengurangi pelepasan nitrit-oksida dan meningkatkan produksi endothelin-1, dengan begitu menginduksi timbulnya molekul adhesi dari endotel. Penemuan ini menunjukkan bahwa C-reaktif protein kemungkinan besar memiliki peran penting dalam penyakit vascular dan dengan begitu dapat menjadi target terapi. Meskipun begitu, Kenaikan jumlah C-reaktif protein kurang spesifik ; contohnya, infeksi akut dan kronik, merokok, sindrom koroner akut, dan tahap inflamasi aktif semuanya dihubungkan dengan kenaikan jumlah dari C-reaktif protein.

 

Pada tahun 1990, Levine dkk, mendeskripsikan kenaikan jumlah dari TNF α pada pasien dengan gagal jantung. TNF α dan paling sedikit tiga interleukin ( interleukin 1, 6, 8 )  diangggap sebagai sitokin proinflamasi  yangdihasilkan oleh sel berinti dalam jantung. Hipotesis sitokin menyatakan bahwa kejadian presipitasi- seperti cedera jantung iskemik- memicu respon stress, termasuk elaborasi dari dari sitokin proinflamasi, dan efek dari sitokin ini berhubungan dengan efek hilangnya fungsi dari ventrikel kiri dan memacu progresivitas dari gagal jantung. Sitokin proinflamasi ini merupakan penyebab dari apoptosis miosit an nekrosis ; interleukin-6 menginduksi respon hipertrofi pada miosit, dan TNF α menyebabkan dilatasi ventrikel kiri, tampaknya dari aktivasi jaringan metalloproteinase. Interleukin-6 dan TNF α dapat menjadi alat perkiraan perkembangan gagal jantung pada subjek lansia tanpa gejala dalam studi dengan melihat kadarnya, walaupun penghambatan dari TNF α tidak memberi keuntungan klinis bagi pasien dengan gagal jantung.

Fas ( atau disebut juga APO-1) merupakan anggota dari  reseptor TNF α yang tampak pada berbgai sel, termasuk miosit. Saat Fas diaktivasi oleh Ligand Fas akan menjadi mediasi terjadinya apoptosis dan memainkan peran penting pada perkembangan dan progresifitas  gagal jantung. Peningkatan serum dari bentuk Fas yang soluble telah dilaporkan pada pasien dengan gagal jantung, dan semakin tinggi dihubiungkan dengan keparahan penyakit. Inhibisi dari Fas yang soluble pada hewan menurangi remodeling ventrikel  post infark dan meningkatkan ketahanan hidup. Upaya farmakologis dalam mengurangi kadar Fas masih dalam penelitian tetapi dapat menjadi petunjuk baru dalam terapi gagal jantung maupun pencegahannya. Dan benar, pemasukan dari agen imunoodulating nonspesifik- pentoxifilin atau Ig iv- mengurangi kadar plasma dari Fas dan juga C-reaktif protein dan dilapokan memberi perbaikan pada fungsi ventrikel kiri pada pasien dengan iskemik atau kardiomiopati dilatasi.

 

Dengan begitu, pengukuran dari C-reaktif protein, sitokin inflamasi, Fas, dan reseptor solublenya, meberikan manfaat dalam stratifikasi resiko pada pasien dengan gagal jantung dan dalam pemantauan subjek tanpa gejala dengan resiko tinggi gagal jantung. Selanjutnya, profil dari perubahan biomarker inflamasi akan dapat membantu untuk mengenal gangguan inflamasi spesifik pada pasien apapun dan dengan begitu dapat memilih terapi yang sesuai dan tepat.  

  1. STRES OKSIDATIF

Peningkatan stress oksidatif yang didapat dari ketidakseimbangan antara jenis oksigen reaktif ( termasuk anion super oksida, hydrogen peroksida, dan radikal hidroksil ) dan mekanisme pertahanan antioksidan dalam tubuh. Ketidakseimbangan dapat menyebabkan efek hilangnya fungsi endotel termasuk dalam patogenesis dan dan progresifitas dalam gagal jantung. Stres oksidatif dapat merusak protein selular dan menyebabkan apoptosis miosit dan nekrosis. Dan juga dihubungkan dengan aritmia dan disfungsi endothelial, dengan disfungsi yang terjadi melalui reduksi aktivitas sintesis nitrit oksida termasuk inaktivasi dari nitrit oksida. Aktivasi imun dan inflamasi, Aktivasi dari sistem RAA dan sistem saraf simpatis,dan penigkatan kadar sirkulasi katekolamin dan juga peroksinitrit yang terbentuk dari interaksi anion superoksida dan nitrit oksida semuanya dapat meningkatkan stress oksidatif.

 

Karena sulitnya mengukur jenis oksigen reaktif secara langsung pada manusia, Penanda tak langsung telah ditemukan. Termasuk didalamnya Plasma-oksidasi-low density lipoprotein, malondialdehid, dan myeloperoksidase ( Index dari aktivasi leukosit ), Kadar biopyrrin dalam urin ( metabolit oksidatif dari bilirubin ) , dan kadar isoprostane dalam plasma dan urin. Kadar dari myeloperoksidase plasma dan ekskresi isoprostane berhubungan dengan keparahan dari gagal jantung dan merupakan predictor tunggal pada kematian akibat gagal jantung, bahkan setelah penyesuaian variable dasar. Ekskresi dari8-isoprostane dalam urin berhubungan dengan kadar jaringan metalloproteinase dalam plasma, yang dalam kadar tinggi dapat memacu remodeling ventrikel dan meningatkan keparahan dari gagal jantung.

Telah ada bukti-bukti yang semakin kuat bahwa xantin oksidase, yang mengkatalisasi produksi dari dua oksidan yaitu hipoxantin dan xantin, memainkan peranan patologis dalam gagal jantung. Produksi asam urat meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas xantin oksidase. Peningkatan asam urat berhubungan dengan hemodinamik yang tidak seimbang dan secara tunggal memperkirakan prognosis lanjut dalam gagal jantung. Meskipun studi lanjut dibutuhkan, namun asam urat terbukti sederhana, bermanfaat, nonspesifik albeit, sebagai indicator klinis untuk stress oksidatif

 

  1. REMODELING MATRIKS EKSTRASELULER

Remodeling dari ventrikel memainkan peranan penting dalam progresifitas gagal jantung. Jaringan ekstraseluler berfungsi sebagai “ tulang “ untuk sel miosit dan bentuk dan ukuran miosit. Normalnya, terdapat keseimbangan antara matriks metalloproteinase ( enzim proteolitik yang mendegradasi kolagen fibril ) dengan jaringan inhibisi dari metalloproteinase. Ketidakseimbangan, dengan dominansi dari jaringan metalloproteinase disbanding dengan jaingan inhibisinya dihubungkan dengan dilatasi dan remodeling ventrikel. Peningkatan abnormal pada sintesis kolagen juga dapat menyebabkan hilangnya fungsi jantung akibat fibrosis berlebihan akan mengganggu fungsi ventrikel. Propeptide prokolagen tipe I merupakan biomarker serum dari biosintesis kolagen. Querejeta dkk, mendapatkan korelasi positif antara kadar serum propeptide prokolagen tipe I dengan volume fraksi dari jaringan fibrous yang didapat dari biopsy jantung pada pasien dengan hipertensi esensial. Cicoira dkk, melaporkan bahwa kadar plasma prokolagen tipe III pada pasien dengan gagal jantung merupakan predictor tunggal untuk mengetahui gambaran hasil akhirnya.

Dengan begitu, Peningkatan dari penanda meningkatnya pemecahan jaringan ekstraseluler dan juga sitesis berlebihan dari kolagen dihubungkan dengan penrunan fungsi ventrikel kiri dan memberi gambaran klinis hasil akhir dari pasien dengan gagal jantung. Marker dari proses ini menjadi target terapi yang penting. Meskipun begitu, ada sedikitnya 15 jaringan metalloproteinase dan beberapa bentuk prokolagen dan jaringan inhibisi metalloproteinase yang telah dikenal. Mana dari semua itu yang memberikan informasi dan sesuai untuk peneriksaan rutn masih perlu klarifikasi.

 

  1. NEUROHORMON

Di awal tahun 1960an dilaporkan pasien dengan gagal jantung mempunyai peningkatan abnormal dari kadar norepinefrin plasma satat istirahat dan lebih tinggi lagi saat olahraga. Ekskresi NE lewat urin juga menngkat. Penemuan ini menunjukkan bahwa sistem saraf simpatis diaktivasi pada pasien dengan gagal jantung dan gangguan neurohormonal memainkan peranan patogenesis pada gagal jantung. Cohn dkk, Menunjukkan bahwa kadar NE plasma merupakan predictor tunggal dari kematian. Swedberg dkk, membuat penemuan penting yaitu pada Sistem RAA yang diaktivasi pada pasien gagal jantung.

Maka, setelah penemuan itu, perhatian difokuska pada Endotelin 1 besar, sebuah prohormon 39-asam-amio yang disekresi oleh sel endotel vaskuler yang dikonversi dalam sirkulasi menjadi neurohormon aktif Endothelin 1, atau disebut juga hormone peptide 21 asam amino. Endothelin satu merupakan stimulant yang kuat untuk kontraksi otot halus vaskuler dan proliferasinya, fibrosis ventrikel dan pembuluh darah, dan potensiator untuk neurohormo yang lain. Kadar plasma dari keduanya baik Endotheln 1 dan Endothelin satu besar meningat pada pasien dengan gagal jantung dan dihubungka secara langsung dengan tekanan arteri pulmonalis, keparahan penyakit, dan kematian. Investigator Valsartan Heart Failure Trial ( ValHeFT ) membandingkan ketepatan prognosis dari berbagai neurohormon pada 4300 pasien. Dan predictor paling kuat untuk kematian dan hospitalisasi untuk gagal jantung, setelah BNP adalah Endhotelin 1 besar, NE, Endhotelin 1, Aktivitas rennin plasma, dan aldosteron. Meskipun begitu percobaan yang melibatkan beberapa antagonis endhotelin 1 reseptor telah gagal memberikan efek klinis yang menguntungkan pada hasil akhir penyakit.

           

Pada Randomized Aldacton Evaluation Study (RALES) pada pasien dengan gagal jantung yang severe, Zaned dkk, menemukan dengan injeksi aldosteron bloker, spironolakton, dihubungkan dengan reduksi dari plasma prokolagen tipe III dan memiliki manfaat klinis, tetapi hanya pada pasien dengan kadar dasar prokolagen tipe III yang diatas median. Administrasi dari spironolakton pada pasien dengan infark miokard akut menurunkan sintesis kolagen miokard, dengan gambaran plasma prokolagen tipe III, termasuk juga pada remodeling ventrikuler kiri post infark. Bila digabung, maka penemuan tersebut menunjukkan dengan membatasi sintesis dari jaringan ekstraseluler menjadi kompenen penting dalam manfaat penggunaan spironolakton pada pasien dengan gagal jantung severe

Arginin vasopressin merupakan nonapeptide yang disintesis di hipotalamus dan disimpan di glandula pituitary posterior dan memiliki efek antidiuretik dan vasokonstriktor. Pelepasan berlebihan dari arginin vasopressin memperberat gagal jantung dihubungkan dengan dilusi hiponatremi, akumulasi cairan, dan sistemik vasokonstriksi. Dimana kadar arginin vaopresin plasma meningkat pada pasien dengan gaal jantung akut dan kronik dan berhubungan dengan hasil akhir klinis yang buruk, Blok dari vasopressin 2 reseptor menghilangkan gejala akut tetapi tidak mengubah perjalanan penyakit gagal jantung severe. Dengan begitu, masih belum jelas apakah reseptor tersebut dapat menjadi target terapi.

 

  1. CEDERA MIOSIT

Merupakan akibat dari iskemia berat, tetapi juga dapat merupakan akibat dari stress pada miokardium seperti, inflamasi, stress oksidatif, dan neurohormonal aktivasi. Selama dua decade terakhir, protein myofibril-Troponin T dan I- telah timbul sebagai penanda sensitive dan spesifik untuk cedera miosit dan telah membantu dalam diagnosa, stratifikasi resiko, dan perawatan pasien dengan sindrom koroner akut.

 

Kenaikan ringan dari cardiac troponin juga ditemua pada pasien dengan gagal jantung tanpa iskemia. Horwich dkk, melaporkan Troponin jantung I terdeteksi ( ≥ 0.04 ng per mililter ) dalam hampir setengah  dari 240 pasien dengan gagal jantung kronis lanjuttanpa iskemia. Stelah penyesuaian dengan beberapa faktor yang berkaitan dengan prognosis yang buruk, keberadaan Troponin I tetap menjadi prediktor tunggal untuk kematian.

Troponin T yang kadarnya lebih dari 0.02 ng per milliliter pada pasien dengan gagal jantung kronik dihubungkan dengan rasio kematian diatas 4. Peacock dkk, melaporkan pengukuran troponin merupaka predictor dari hasil akhir pasien yang di hospitalisasi dengan gagal jantung akut dekompensata. Latini dkk, menemukan dengan assay standard troponin T ditemukan pada 10% pasien dengan dengan gagal jantung kronis, tetapi dengan assay baru dengan sensitifitas tinggi dapat dideteksi pada 92% pasien. Setelah penyesuaian denan variable dasar dan kadar BNP, deteksi dari troponin T dengan menggunakan assay dengan sensitifitas tinggi dihubungkan dengan naiknya resiko kematian. Studi ini menunjukkan bahwa kadar Troponin T memberikan informasi penting mengenai prognosis. Dengan berkembangnya sensitifitas dari analisa Troponin, maka biomarker ini akan dapat dideteksi pada seluruh populasi dan sejalan dengan natiuretik peptide dapat digunakan rutin unutk prognosis dan respon terapi pasien gagal jantung.

 

Protein jantung yang lain seperti – Miosin light chain 1,Heart fatty-acid binding protein, dan fraksi kretinin kinase MB- juga bersirkulasi pada pasien dengan gagal jantung severe. Seperti halnya Troponin T, keberadaan proten miokard dalam serum merupakan predictor akurat untuk kematian dan hospitalisasi pasien dengan gagal jantung. Selanjutnya perlu dibandingkan antara keduanya untuk membuktikan keakuratannya.

  1. STRES MIOSIT

Brain NatriuretcPeptide

Disintesis di miosit. BNP dilepas saat terjadi stress hemodinamik seperti Dilatasi ventrikel, Hipertrofi, ataupun keneikan tekanan dinding jantung. BNP dapat menyebabkan vasodilatasi arteri, diuresis, dan natriuresis, dan mengurangi aktivitas sistem RAA dan saraf simpatis sehingga merupakan kompensasi dari abnormalitas faal pada gagal jantung.

 

Merupakan salah satu biomarker yang banyak di tes pada pasien gagal jantung karena keakuratannya paling tinggi di banding yang lain Diekskresi lewat ginjal, sehingga terdapat peningkatan kadar pada gangguan ginjal termasuk gagal ginjal. Juga terdapat peningkatan berkaitan dengan umur diduga berhubungan dengan fibrosis miokard atau disfungsi renal. Dan juga terjadi peningkatan pada hipertensi pulmonal. Maka semua hal ini harus diperhitungkan dalam pengukuran BNP.

 

BNP juga terbukti bermakna dalam evaluasi pasien dengan dyspneau berkaitan dengan penentuan manajemen penanganan pasien lebih lanjut. BNP jua merupakan predictor akurat untuk ketahanan hidup pasien dengan gagal jantung akut dekompensata.

 

BNP juga merupakan target terapi karena dengan rendahnya kadar akan mengurangi resiko kematian disbanding dengan yang memiliki kadar BNP tinggi. BNP juga berguna untuk skrining pasien resiko tinggi tanpa gejala.

Adrenomedulin

Disintesa dan terdapat pada jantung, medulla adrenal, dan ginjal. Merupaka vasodilator yang poten dengan efek inotropik dan natriuretic, produksinya dirangsang oleh tekanan cardiac dan volume overload. Meningkat pada pasien dengan gagal jantung dan lebih tinggi lagi pada gagal jantung severe.

 

ST2

Diinduksi dan dilepas oleh sel miosit yang teregang. Dapat menekan produksi sitokin inflamasi. Merupakan predictor kematian yang kuat.

 

  1. BIOMARKER TERBARU

Chromogranin A

Hormon polypeptida yang dihasilkan oleh miokardium yang memiliki efek inotropik negative.

Galectin 3

Protei yang dihasilkan oleh aktivasi makrofag

Osteoprotegerin

Bagian dari TNF reseptor yang memiliki kaitan dengan perkembangan disfungsi ventrikel kiri.

Lain-lain

Adinopectin, berkaitan dengan index massa tubuh

Growth differentiation factor 15.

 Artikel sejenis : klik disini

 

Hindari Meningkatnya Kadar Trigliserid

June 15th, 2009


TRIGLISERID mungkin masih asing di telinga masyarakat. Trigliserid bukan kolesterol. Ia merupakan tipe lain dari lemak. Seperti halnya kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), bila kadar trigliserid tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Tujuan penatalaksanaan yakni menurunkan kadar trigliserid dibawah 150 mg/dl. Trigliserid dikatakan tinggi bila kadarnya diatas 200 mg/dl. Umumnya kadar trigliserid meninggi jika banyak mengkonsumsi  karbohidrat, makanan atau minuman manis, lemak dan protein.

Trigliserid dalam kadar yang normal dibutuhkan oleh tubuh, namun bila tinggi diduga akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Trigliserid tinggi termasuk dalam kelompok yang disebut sindrom metabolik, yaitu kombinasi dari hipertensi, diabetes, obesitas (perut gendut). HDL rendah dan trigliserid tinggi.

Hasil sejumlah penelitian menunjukkan, sindrom metabolik merupakan risiko  penyakit jantung, diabetes dan stroke. Selain makanan, jenis penyakit tertentu dapat meningkatkan kadar trigliserid, yaitu obesitas, diabetes yang tidak terkontrol, sakit ginjal, sakit gondok, minum alkohol serta makan dengan kalori berlebihan.

Jenis obat tertentu, tamoxipen, steroid, betabloker,  diuretik, estrogen, dan pil keluarga berencana (KB), juga dapat meningkatkan kadar trigliserid.

Tak ada keluhan

Apakah sakit kepala atau nyeri ditengkuk merupakan gejala atau tanda trigliserid tinggi? Umumnya, trigliserid tinggi tidak ada keluhan, pada kondisi tertentu dapat terjadi penimbunan lemak dibawah kulit yang disebut xanthomas.

Cara menurunkan kadar trigliserid yakni menurunkan berat badan, olah raga secara teratur, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan manis,  hindari minum alkohol. Jika usaha tersebut gagal, mungkin memerlukan obat.

Obat yang biasa digunakan adalah golongan fibrat, asam nikotinik dan beberapa golongan lainnya. Jika kolesterol yang tinggi (total kolesterol dan LDL (kolesterol jahat), umumnya golongan statin lebih banyak dipilih. Sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Dokter tentunya memilih obat yang terbaik untuk Anda.  Artikel sejenis klik disini                                                                                                                                                                                         

Sumber : Dr. H.M.Edial Sanif, Sp.JP. FIHA, Mitra Dialog. Juni 2009.


Menerapkan Pola Hidup Sehat

May 16th, 2009



Selama ini penerapan pola makan sehat paling banyak dilakukan kaum perempuan. Tak heran bila suatu penelitian menunjukkan kebanyakan pria meninggal dalam usia lebih muda daripada wanita.

Namun, bukan berarti kaum pria tak  bisa berusaha dan mengingkari temuan itu. Ternyata jawabnya bisa, asalkan pria menerapkan pola gaya hidup sehat. Berikut tips agar pria bisa sehat, dikutip dari buku tips sehat berjudul  “ Sehat dengan cara Sederhana” :

1.       Batasi atau hentikkan konsumsi alkohol.

2.       Kontrol kesehatan secara teratur, konsultasi dengan  dokter dan ahli nutrisi, terutama pada usia lebih dari 40 tahun, setiap 3, 6 dan 12 bulan.

3.       Asam urat, batasi jus Buket, yaitu jeroan, alkohol, sarden, burung dara, unggas, kaldu, emping, tape karena dapat meningkatkan  kadar asam urat dalam darah yang dapat berujung pada berbagai penyakit, seperti nyeri sendi dan rematik.

4.       Hentikan merokok.

5.       Pantang gula bagi penderita diabetes-mellitus dan kurangi konsumsi gula bagi non-diabetes.

6.       Batasi mengkonsumsi Tek- Kuk-CS2, diantaranya telor,  keju, udang, kerang, cumi,  susu dan santan.

7.       Stres, berkaitan dengan hipertensi. Usahakan tidur minimal 6 jam sehari. Spa dengan berbagai macam perawatan tubuh dapat pula dijadikan pilihan untuk menghilangakan stres.   

 Tulisan sejenis Klik Disini.

Sumber : Asep Iswayanto. Mitra Dialog. Mei 2009. 

Serangan Jantung Setelah Konsumsi Obat Kuat

May 16th, 2009


Seks dapat menyebabkan orang lupa diri. Seks juga membuat ketagihan, lepas kontrol dan keluar dari tatanan  nalar normal. Kadang, bertindak dan bersikap apa saja demi tujuan seks. Tidak jarang karier, status dan pekerjaan berakhir karena penyalahgunaan seks.

Di Amerika, setiap tahun terdapat sekitar 1,5 juta orang mengalami  serangan jantung. Sekitar 17 % diantaranya berhubungan dengan seks,  30%  karena kecemasan dan stres, serta sebagian kecil karena aktivitas fisik selama hubungan seks. Dimana, saat aktivitas seks kenaikan denyut jantung hanya sekitar 8x/menit dan tekanan darah naik sekitar 10 mmHg.

Diantara yang mengalami serangan jantung, bahkan dapat menyebabkan kematian. Hal yang mengejutkan adalah 80%  dari yang meninggal saat hubungan seks terjadi bagi mereka yang melakukannya  bukan dengan pasangan resmi (istri).

Obat lemah syahwat

Banyak penyebab lemah syahwat, diantaranya psikologis, neurologis, vaskuler/ pembuluh darah dan kelainan anatomi  dari penis serta lainnya. Namun, obat yang beredar (black market) lebih disukai masyarakat. Tidak peduli jenis kelainannya, yang  penting jika ada keterangan dapat memperbaiki lemah syahwat langsung pakai. Umumnya secara diam-diam, tidak ingin orang lain tahu . Bahkan pasangan resmi pun sering tidak diberitahu.

Hati- hati, tidak jarang mereka mengalami serangan jantung setelah memakai obat lemah syahwat. Di Cirebon, ditemukan beberapa kasus serangan  jantung setelah memakai obat sejenis, baik yang diminum maupun yang disuntikkan.

Umumnya obat itu akan memacu denyut jantung lebih kencang, menaikkan atau menurunkan tekanan darah, membuat pembuluh darah jantung/pembuluh koroner mengerut, kontraksi otot jantung berlebihan. Semua ini dapat berakibat terjadinya serangan jantung.

Berikut adalah tips agar terhindar  dari serangan jantung saat hubungan seks (modifikasi AHA guidelines):

1)      Lakukan saat kondisi pikiran tenang, santai/rilek.

2)      Tunggu 3 jam setelah makan.

3)      Jika ada keluhan nyeri dada, sesak nafas yang tidak wajar, sakit kepala, berdebar berlebihan, segera beritahu dokter.

4)      Jangan  minum atau memakai obat penguat seks sembarangan.

5)      Jangan selingkuh.

 Tulisan sejenis Klik disini.

Sumber : Dr.H.M.Edial  Sanif, SpJP.FIHA. Mitra Dialog. Mei 2009.

Bayam Mengurangi Risiko Sakit Jantung

April 27th, 2009


Selama ini kita kurang peduli tehadap kesehatan jantung. Padahal, menurut penelitian medis, penyakit ini sangat ganas, dan bisa menyerang siapa saja.

Bila tidak segera diantisipasi malah menyebabkan kematian seseorang. Sebenarnya, ada beberapa cara sederhana untuk pencegahannya. Selain rutin melakukan aktivitas fisik dan mengontrol tingkat stres, dapat juga melakukan diet seimbang dan mengatur pola asupan makanan bagi tubuh.

Memahami cara memilih asupan makanan yang baik maka jantung dapat terjaga kesehatannya. Ingin tahu jenis makanan apa saja yang baik untuk jantung? Berikut daftar makanan yang terbukti bisa mengurangi tingkat risiko penyakit jantung dikutip dari panduan buku tips, berjudul Olah Raga Sumber Kesehatan, karangan Eddy dan smber lainnya.

1.       Bayam

Bayam mengandung vitamin B,C,E, zat Besi, kalium dan juga berbagai mineral, termasuk betaine yang berguna untuk kesehatan jantung. Bayam juga mengandung Lutein yang baik untuk mata dan tidak mengandung kalori, sehingga bisa dimakan seseri ng mungkin sesuai dengan keinginan. Bila tidak menyukai sayur kesukaan Popaye ini, bisa menggantinya dengan jenis sayuran lainnya. Mengkonsumsi dua jenis sayuran setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 25 %.

2.       Salmon

Ikan ini adalah sumber omega terbesar. Mengkonsumsi ikan salmon secara rutin dapat memperbaiki tekanan darah, membantu pengentalan darah secara normal dan mengurangi risiko  terkena serangan stroke. Ikan salmon juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan otak dan kulit. Jadi, Anda tidak perlu takut pikun atau memiliki kulit yang tidak sehat saat tua nanti.

3.       Minyak zaitun

Zaitun secara alami mengadung zat bersenyawa  tak tersabunkan seperti fenol,  tokoferol, sterol, pigmen, dan squalen yang memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Minyak zaitun juga mengandung  triasilgliserol yang sebagian besar diantaranya berupa asam lemak tidak jenuh jenis oleat yang memberikan efek positif bagi kesehatan  jantung.

4.       Oatmeal

Oatmeal adalah salah satu menu sarapan ysng sangat baik karena mengandung nutrisi yang kaya akan omega 3, folate, dan kalium Oat juga mengantarkan  protein, pottasium, magnesium, dan berbagai mineral lainnya seperti phytonutrient yang mengandung antioksidan. Kandungan seratnya dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan menetralkan gula dalam  darah. Sebagai kombinasi, buah pisang juga bisa menjadi pasangan yang tepat untuk sarapan outmeal.(Artikel sejenis klikdisini)

Sumber : Asep Iswayanto/Mitra Dialog/April 2009.  

Memahami Batasan Hipertensi

April 27th, 2009

Memahami Batasan Hipertensi

Posted by edial sanif

at April 27, 2009

Welcome back!

Memahami Batasan Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merambah hampir ke semua golongan masyarakat di seluruh dunia. Jumlah mereka yang menderita hipertensi terus bertambah.
Terdapat sekitar 50 juta (21,7%) orang dewasa Amerika yang menderita hipertensi, Thailand 17%, Vietnam 34,6%, Singapura 24,9%, Malaysia 29,9%. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berkisar 6-15%. Namun, terdapat hasil survey yang ekstrim rendah yaitu di lembah Balim, Pegunungan Jaya Wijaya, yang hanya 0,6%. Lalu untuk ekstrim tinggi di Talang. Sumatra Barat 17,8%.
Menurut perkiraan, sekitar 30% penduduk dunia tidak terdiagnosa adanya hipertensi (underdiagnosed condition). Hal ini disebabkan tidak adanya gejala atau dengan gejala ringan bagi mereka yang menderita hipertensi. Sedangkan, hipertensi ini sudah dipastikan dapat merusak organ tubuh, seperti jantung (70% penderita hipertensi akan merusak jantung), ginjal, otak, mata serta organ tubuh lainnya. Sehingga, hipertensi disebut sebagai silent killer.
Sebagian besar penyebab dari hipertensi (95%) tidak diketahui dan disebut hipertensi kronis atau hipertensi esensiel. Hanya sebagian kecil (5%) penderita hipertensi yang diketahui penyebabnya, yaitu akibat penyakit lain di tubuh diantaranya koartasio aorta, kelainan ginjal dan lainnya. Hipertensi jenis ini disebut sebagai hipertensi sekunder.
Tidak Tahu
Umumnya, masyarakat awam mengetahui seseorang menderita hipertensi jika tekanan darah lebih tinggi dari 160/90 mmHg (hal ini sesuai definisi hipertensi dari WHO, pada 20 tahun yang lalu). Yang lebih parah lagi, masih banyak masyarakat yang menganut sistim seratus ditambah usia, maksudnya seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darahnya diatas 100 + usia (misalkan usia 70 tahun, maka tekanan darah 100 + 70 = 170 sistolik, masih dianggap normal. Diatas nilai tesebut baru dikatakan menderita hipertensi). Sekarang nilai atau batasan hipertensi sudah berubah yaitu tekanan darah dikatakan normal apabila < 120/80 mmHg, pre-hipertensi 120-139/80-99 mmHg, hipertensi derajat 1: 140-159 / 90-99 mmHg, hipertensi derajat 2 : > 160/90 mmHg.
Batasan ini ditetapkan dan dikenal dengan ketetapan JNC VII (The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation and Treatment of Hight Blood Pressure).
Ketetapan ini juga telah disepakati Badan Kesehatan Dunia (WHO), organisasi hipertensi International (ISH), maupun organisasi hipertensi regional, termasuk Indonesia (InaSH).
Dari batasan tersebut terlihat bahwa mereka yang mempunyai tekanan darah normal yaitu apabila tekanan darahnya lebih rendah dari 120/80 mmHg, diatas dari batasan tersebut sudah masuk dalam kategori pre-hipertensi dan atau hipertensi.
Dengan penjelasan ini diharapkan masyarakat sudah dapat mengetahui, masing-masing individu telah masuk dalam kategori hipertensi atau belum. Sehingga, dapat segera melakukan tindakan atau pencegahan dini agar dampak hipertensi tidak terlanjur lebih berat bagi kesehatan kita. (artikel sejenis klik disini)

Sumber : Dr. H.M.Edial Sanif, SpJP.FIHA. Mitra Dialog. April 2009

Wanita Terkena Jantung Meningkat

April 18th, 2009



Tuntutan persamaan hak antara pria dan wanita terus diperjuangkan kaum perempuan. Para perempuan mendesak agar mereka mendapat tempat tempat yang sejajar dengan kaum pria,baik dalam rumah tangga, pendidikan,pekerjaan,dipemerintahan hingga legislatif. Kini,kaum perempuan pun sudah banyak yang berkiprah. Ada yang berbisnis,pekerja kantoran, sebagai pendidik dan berpolitik,berkiprah dipemerintahan dan  banyak lagi. Terkadang,dalam aktifitasnya mengalami stres.


      Sementara,padatnya aktivitas tidak dibarengi dengan olahraga,pola makan dan pola hidup yang sehat. Kondisi ini diperburuk dengan mulai banyaknya kaum perempuan yang merokok,terutama wanita karir atau pekerja kantoran. Mereka akhirnya lupa jika ancaman penyakit jantung ada didepan mata.

     Tiga puluh tahun yang lalu,resiko permpuan terkena penyakit jantung adalah 6:1 (6 dibanding1) Artinya,pria 6 kali lebih tinggi berisiko terkena penyakit jantung dibanding wanita.Namun sekarang rasio tersebut semakin mengecil.Beberapa ahli menyebutkan rasionya sudah mendekati 3:1.  Hal ini kemungkinan disebabkan semakin meningkatnya faktor resiko pada wanita,diantaranya merokok dan tekanan dalam pekerjaan yang membutanya stres.

      Dimanjakan Mesin

Tapi ,resiko terkena penyakit jantung juga dialami para wanita rumahan atau ibu rumah tangga. Pasalnya,kemajuan teknologi memanjakan ibu rumah tangga. Beberapa pekerjaan rumah sudah dengan mesin, membersihkan rumah dengan mesin,mencuci pakaian dengan mesin,menggiling bumbu dengan mesin,keluar rumah dengan motor atau mobil.Selain itu, pekerjaan rumah juga diambil alih oleh pembantu.

     Obesitas atau kegemukan semakin menghantui para wanita.Menurut para ahli,saat ini semakin banyak mengalami menopause  lebih dini.  Dalam suatu penelitian yang melibatkan 5.600 orang wanita dengan usia berkisar antara 46 sampai 57 tahun dan dievaluasi selama 10 tahun, didapapatkan bahwa semakin banyak wanita yang menderita hipertensi,hiperkolestrol,obesitas dan penyakit  jantung . Hasil studi ini dibacakan dalam kongres Yayasan Jantung Amerika (AHA)yang dilangsukan di COLORADO,Amerika.

      Karena ulah manusia sendiri tatanan menjadi berubah.Pola makan yang tidak baik,stres,merokok,obesitas,konsumsi obat  yang  tidak wajar alias sembarangan,  terjadilah monopause lebih awal,kadar ekstrogen menurun,sehingga resiko penyakit jantung pun meningkat.

      Jadi,kaum perempuan harus mulai waspada dengan ancaman penyakit jantung.  Boleh-boleh saja beraktifitas diluar rumah atau wanita karir.tapi jangan lupakan pola hidup sehat.Hindari rokok dan cegah terjadinya stres berat yang berakibat serangan jantung. (artikel sejenis klik disini)

dr.H.M.Edial Sanif, SpJP,FIHA. (MITRA DIALOG,18 APRIL 2009)  

Nyeri Dada Tanda Sakit Jantung

April 15th, 2009

Nyeri dada dapat merupakan salah satu tanda atau gejala dari penyakit jantung, namun tidak semua

adanya keluhan sakit dada mereka menderita penyakit jantung….., selengkapnya klik disini

Waspadai Anemia pada Penderita Jantung

April 14th, 2009


Kurang darah atau anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin (Hb) atau kadar hematokrit dibawah batas normal (kadar Hb normal 12 g/dl untuk wanita, 13 g/dl untuk pria dan kadar hematokrit normal > 36 untuk wanita, > 39 untuk pria).

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anemia ada yang berlangsung sementara, namun dapat mengganggu kesehatan. Bahkan dapat menyebabkan masalah yang serius.

Berapa banyak penderita jantung yang mengalami anemia? Hasil penelitian menunjukkan, pada mereka yang menderita penyakit  jantung terdapat sekitar  17-48% menderita anemia.  Penelitian lain menemukan terdapat sekitar 43 % mereka yang mengalami serangan jantung menderita anemia.

Apa penyebab anemia pada penderita penyakit jantung? Penyebab yang pasti  tidak jelas,  namun  beberapa ahli menyebutkan karena asupan zat bergizi  yang kurang atau karena diet yang berlebihan  atau tidak seimbang. Sebagian lagi menduga karena  terjadinya gangguan pembentukan  Hb oleh tubuh atau terjadi  pengrusakan eritrosit lebih dini yang tidak jelas sebabnya. Tapi, sangat disayangkan analisa tersebut  belum didukung hasil studi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kekurangan Oksigen

Anemia akan mengakibatkan tubuh kekurangan  oksigen, sehingga  jantung harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan oksigen yang berakibat  akan meningkatkan  risiko terjadinya penyakit jantung. Bagi mereka yang sudah menderita penyakit jantung, anemia akan memperburuk kondisi jantung.

Apa  pengaruh anemia bagi penderita penyakit jantung? Anemia dapat menyebabkan nyeri dada berat, karena sebagian otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Kekurangan oksigen tersebut akan membuat jantung bekerja keras  yang barang tentu akan terjadi penebalan otot  jantung yang disebut hipertropi ventrikel kiri (LVH). LVH ini akan memperburuk penyakit jantung dan meningkatkan  risiko gagal jantung. Anemi juga dapat meningkatkan penyumbatan pembuluh darah leher, sehingga akan meningkatkan risiko stroke.

Angka kematian juga tinggi pada penderita anemia yang mengalami gagal ginjal atau diabetes. Penanganan anemia merupakan suatu tindakan penyelamat  nyawa  (live saving) pada kondisi tertentu.

Bagaimana dapat mengetahui bahwa saya  Anemia? Cara yang terbaik adalah mendiskusikan hasil pemeriksaan hemoglobin,  hitung jenis dan hematokrit Anda kepada dokter. Umumnya, gejala baru timbul pada anemia sedang dan berat . Di antaranya, lelah, kulit pucat, tangan dan kaki dingin, sakit kepala, nyeri dada, sesak napas, denyut jantung cepat, sehingga diperlukan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur.  Dengan begitu, ada tidaknya anemi dapat diketahui lebih dini.

Obat yang dapat dipakai diantaranya vitamin, zat besi dan mencegah terjadinya  perdarahan. Sebagian pasien (gagal ginjal), pemberian eritropoitin dapat bermanfaat. Dimana, eritropoitin dapat merangsang pembentukan sel darah merah.

Sumber : Dr.H.M.Edial Sanif, Sp.JP.FIHA. Mitra Dialog. April 2009.

Jangan Remehkan Pingsan

April 6th, 2009